FOXBOROUGH – Di bawah langit Massachusetts yang akan menyelimuti Gillette Stadium, dua kisah besar kembali dipertemukan oleh takdir. Prancis dan Maroko, dua negara dengan sejarah, karakter, dan perjalanan yang berbeda, akan saling berhadapan untuk memperebutkan satu tempat di semifinal Piala Dunia 2026.
Empat tahun lalu di Qatar, Prancis menjadi tembok yang mengakhiri dongeng indah Maroko. Kala itu, Singa Atlas pulang dengan kepala tegak meski langkah mereka terhenti di semifinal. Mereka kalah, tetapi dunia mengingat keberanian mereka sebagai tim Afrika pertama yang mampu menembus empat besar Piala Dunia.
Kini, kesempatan itu datang kembali.
Prancis tetaplah Prancis. Mereka memiliki kedalaman skuad, pengalaman bertanding di laga-laga besar, dan mental juara yang telah ditempa selama satu dekade terakhir. Di setiap lini, Les Bleus memiliki pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dalam satu sentuhan, satu umpan, atau satu ledakan kecepatan.
Namun, Maroko datang bukan sebagai penggembira.
Tim yang dahulu dianggap kejutan kini telah berkembang menjadi kekuatan yang matang. Kemenangan atas Belanda melalui adu penalti dan keberhasilan menyingkirkan Kanada dengan skor meyakinkan menunjukkan bahwa Maroko bukan lagi sekadar kisah romantis sepak bola Afrika. Mereka adalah penantang serius yang mampu membuat siapa pun berkeringat.
Kunci pertandingan ini akan berada pada pertarungan antara kreativitas Prancis dan disiplin kolektif Maroko. Les Bleus kemungkinan akan mendominasi penguasaan bola, mencoba membongkar pertahanan lawan melalui kecepatan dan kombinasi serangan. Sebaliknya, Maroko akan menunggu dengan sabar, merapatkan barisan, lalu melancarkan serangan balik yang cepat dan mematikan.
Semakin lama pertandingan berjalan tanpa gol, semakin besar peluang Maroko untuk menciptakan kejutan.
Meski demikian, pengalaman sering kali menjadi pembeda dalam laga-laga sebesar ini. Prancis sudah berkali-kali berdiri di panggung tertinggi sepak bola dunia. Mereka memahami tekanan, memahami cara memenangkan pertandingan yang sulit, dan memahami bagaimana bertahan ketika situasi tidak berjalan sesuai rencana.
Maroko memiliki semangat, keberanian, dan dukungan jutaan rakyat Afrika serta dunia Arab. Tetapi Prancis memiliki kualitas individu yang sedikit lebih unggul dan pengalaman yang lebih kaya di level elite.
Laga diperkirakan berlangsung ketat, keras, dan penuh tensi. Maroko akan memberi perlawanan sengit, bahkan berpotensi membuat Prancis frustrasi dalam sebagian besar pertandingan. Namun kualitas individu serta pengalaman Les Bleus diprediksi menjadi faktor penentu pada momen-momen krusial.
Prediksi skor: Prancis 2-1 Maroko
Prancis diperkirakan melangkah ke semifinal, tetapi bukan melalui jalan yang mudah. Jika prediksi ini menjadi kenyataan, maka Maroko sekali lagi akan meninggalkan turnamen dengan rasa hormat dari dunia. Sebab dalam sepak bola, tidak semua kekalahan berarti kegagalan. Ada kekalahan yang justru mengukuhkan sebuah bangsa sebagai kekuatan baru.
Dan Maroko telah berada di jalur itu.
(Adhe Bakong)






