Tapanuli – Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo memimpin langsung aksi penanganan bencana alam yang melanda Tapanuli Selatan dan Sibolga.
Aksi cepat tanggap Jenderal Kunto bersama Para Asisten Kas Kogabwilhan I ini sebagai upaya untuk memastikan penanganan yang efektif dan terkoordinasi. Kegiatan ini juga untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan dan mempercepat pemulihan pasca bencana.
Letjen TNI Kunto Arief Wibowo menyampaikan dalam situasi darurat seperti ini kecepatan dan ketepatan dalam pengumpulan informasi sangat penting untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.
Terutama dalam hal memberikan bantuan kepada korban yang sangat membutuhkan. Upaya yang dilakukan tidak hanya soal bantuan sembako, namun, persoalan penting seperti pemasangan sistem komunikasi Starlink sebagai kebutuhan komunikasi masyarakat, mesin penerangan genset untuk pasokan listrik bagi masyarakat dan posko-posko darurat.
“Maka untuk mengetahui itu, maka kita bangun Posko Batle Manajemen Sistem (BMS) yang berfungsi sebagai pusat koordinasi dan pemantauan secara real-time. Posko ini sangat memungkinkan untuk melacak titik-titik terdampak, menghitung kerugian yang terjadi, serta memastikan distribusi bantuan tepat sasaran. Data yang diperoleh dari BMS ini, bisa juga digunakan untuk mengidentifikasi jenis bantuan yang dibutuhkan, memantau bantuan yang sudah disalurkan, serta merencanakan pengiriman bantuan selanjutnya,” terangnya.
Dengan adanya pengawasan yang intensif dan berbagai bentuk bantuan yang disalurkan, Ia berharap proses pemulihan di daerah tersebut dapat berjalan normal kembali.
Kunto memastikan, bahwa pemerintah bersama jajaran TNI-Polri akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi korban bencana dan membantu mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh bencana banjir bandang tersebut.
“Pemerintah bersama jajaran TNI-Polri berkomitmen akan terus memberikan pelayanan terbaik dalam mengatasi musibah ini,” tegasnya.







