Tanjungpinang – Yovirga mahasiswa STIE Pembangunan yang merupakan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut satuan kerja Rumkital dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang terpilih sebagai pasukan perdamaian di wilayah Konflik Lebanon.
Aksi yang sangat terpuji itu, turut disambut baik civitas akademik STIE Pembangunan bahkan memberi dukungan penuh terhadap apa yang dilaksanakan Yovirga.
“Semoga Yovirga tetap sehat selama melaksanakan tugas, dan kami pun menanti kembalinya beliau untuk bisa berbagi cerita. Ini aksi mulia semoga dapat menginspirasi banyak anak muda yang ada di Kota Tanjungpinang,” ujar Charly Ketua STIE Pembangunan.
Sebelum keberangkatannya, Yovirga sempat bercerita dan ragu bagaimana meninggalkan aktivitas perkuliahannya di STIE Pembangunan.
Namun, atas kebijaksanaan pihak civitas STIE Pembangunan, dirinya mengaku sangat bersyukur dan merasa bangga dengan kampus tempat dia menimba ilmu.
“Sejak saat itu, sayapun berangkat dengan tenang, melaksanakan tugas negara, meninggalkan keluarga di rumah tanpa khawatir akan perkuliahan yang awalnya akan terkorban, namun ternyata dibantu bahkan di apresiasi,” terangnya.
Sejak tahun 2024, Yovirga ikut seleksi nasional untuk menjadi pasukan perdamaian di wilayah Konflik Lebanon. Seleksi yang cukup ketat dan profesional itu, memilih dua personel yang lulus untuk ditugaskan dalam aksi perdamaian internasional tersebut.
“Awalnya saya ikut seleksi nasional dan alhamdulillah perwakilan Kepri, saya merupakan satu dari dua personel yang lulus dalam seleksi tersebut,” ungkapnya.
Kemudian, dia melaporkan ke pihak kampus untuk aksi kemanusiaan kurang lebih 1,5 tahun tersebut.
Tanpa diduga, lanjutnya, pihak kampus merespon sangat baik bahkan memberikan apresiasi dengan mencatat sebagai mahasiswa program MBKM Aksi Kemanusiaan selama 3 semester.
“Terimakasih saya mohon doa dan selamat pergi dan kembali lagi ke Kepri dalam keadaan baik dengan membawa nama baik,” tutupnya.






