LINGGA – Sebanyak 158 tenaga pendidik dari berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Lingga mengikuti seminar bertema “Growth Mindset untuk Transformasi Guru” yang digelar di SMKN 1 Dabo Singkep, Selasa (18/11/2025).
Seminar ini menghadirkan narasumber utama Prof. LN Firdaus, yang memberikan pesan mendalam tentang pentingnya transformasi pola pikir guru sebagai fondasi utama pembangunan SDM Lingga.
Dalam pemaparannya, Prof. Firdaus menjelaskan bahwa Kabupaten Lingga kini memasuki fase strategis setelah 22 tahun berdiri sebagai kabupaten. Menurutnya, fokus pembangunan harus bergerak dari orientasi fisik menuju transformasi sumber daya manusia, karena masa depan daerah sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang mengisinya.
Ia menyoroti data terbaru bahwa IPM Lingga telah mencapai 73,05 dan 65 persen penduduk berada pada usia produktif, sebuah situasi yang disebutnya sebagai “bahan bakar premium” bagi percepatan pembangunan daerah.
“Bonus demografi hanya menjadi berkah bila dikelola dengan benar. Dan aktor kuncinya adalah guru. Tanpa guru yang kuat secara mindset, bonus itu hanya lewat begitu saja,” ujarnya.
Prof. Firdaus menggambarkan sejumlah tantangan pendidikan hari ini—mulai dari beban administrasi guru, metode pembelajaran lama yang tak lagi cocok bagi generasi digital, hingga masih banyaknya siswa yang tumbuh dengan fixed mindset. Karena itu, transformasi guru harus dimulai dari perubahan pola pikir.
“Transformasi pendidikan tidak dimulai dari gedung atau anggaran, tetapi dari pikiran para gurunya. Growth mindset bukan soal menjadi orang lain, tetapi menemukan versi terbaik dari diri sendiri.”
Ia menekankan peran kelas sebagai ruang pembentukan masa depan Lingga:
“Tanpa guru, Lingga tidak mungkin naik kelas. Keunggulan adalah kebiasaan yang dibangun melalui komitmen, disiplin, dan integritas.”
Ketua PGRI Kabupaten Lingga, Juniardi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi dan penegasan terhadap pesan Prof. Firdaus. Ia menyebut seminar ini sebagai momentum penting bagi para guru Lingga untuk memperbaharui cara pandang dan meningkatkan kualitas diri.
“Apa yang disampaikan Prof. Firdaus sangat relevan dengan kondisi kita hari ini. Guru-guru Lingga memang harus berani berubah, berani belajar, dan berani keluar dari zona nyaman. Jika mindset kita maju, maka pendidikan Lingga pasti ikut maju,” ujar Juniardi.
Ia menambahkan bahwa PGRI Lingga berkomitmen mendukung program-program peningkatan kompetensi guru, terutama yang berorientasi pada penguatan karakter, kreativitas, dan kemampuan adaptasi.
“Kami di PGRI siap menjadi garda terdepan dalam menggerakkan transformasi guru. Perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri, dari cara berpikir. Ketika guru bergerak, seluruh ekosistem pendidikan akan ikut bergerak,” jelasnya.
Seminar yang berlangsung interaktif ini ditutup dengan seruan moral bahwa transformasi pendidikan bukan proyek pemerintah semata, melainkan gerakan kolektif.
Seperti disampaikan Prof. Firdaus: “Ketika guru berubah, kelas berubah. Ketika kelas berubah, generasi berubah.”
Acara tersebut mendapat respons positif dari para peserta yang mengaku mendapatkan energi baru untuk memperkuat peran mereka sebagai pendidik sekaligus penggerak perubahan di Kabupaten Lingga.
(Adhe Bakong)






