Utama  

Polda Kepri Ingatkan, Saring Informasi Sebelum Sharing

banner 120x600
banner 468x60

Batam – Media sosial (Medsos) merupakan salah satu contoh dari perkembangan teknologi dan informasi. Pekembangan informasi yang semakin pesat selain membawa dampak positif juga membawa dampak negatif. Salah satunya yaitu munculnya informasi palsu atau lebih dikenal dengan istilah “hoax”. Hoax merupakan informasi tidak benar yang dibuat sedemikian rupa hingga seolah-olah benar adanya.

Hal itu disampaikan Kasubbid Multimedia Bidhumas Polda Kepri, IPDA Ronald Simanjuntak pada acara Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Pengurus PWI Kepri yang mengusung tema ‘PWI Mengawal Demokrasi, Menangkal Hoax Membangun Kepri’ di Melawa Cafe, Bengkong, Batam, Kamis (14/12/2023). Tampil juga narasumber, Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim.

banner 325x300

Ronald pun menegaskan, perlunya kewaspadaan ini perlu dilakukan mengingat Indonesia khususnya Provinsi Kepri tengah berada di tahun Politik. Sehingga diprediksi akan banyak bermunculan berita hoaks di media sosial.

Sayangnya saat ini hoax sudah menjadi hal yang biasa. Di media sosial banyak sekali berita simpang siur yang bertebaran sehingga menimbulkan beragam opini masyarakat.

Penyebaran berita hoax juga mampu membawa pada kerancuan informasi dan kehebohan publik akan suatu informasi. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan lebih berhati-hati dan waspada dalam mengambil informasi yang tersebar.

“Dan hal inilah yang menjadi tantangan kami dalam meredam berita hoaks. Dan peran insan jurnalis dan medianya tentunya sangat penting dalam menjaga kondusivitas dan keseimbangan informasi melalui pemberitaan yang akurat dan terkonfirmasi kebenarannya,” tegasnya.

Dirinya mengatakan, penyebaran berita bohong lebih mudah dicegah apabila masyarakat turut bijak dalam mempergunakan medsos. Dengan cara menyaring setiap informasi sebelum meneruskan atau membagikannya.

“Untuk itu kami himbau agar masyarakat bisa menyaring setiap informasi yang didapatkan di media sosial sebelum meneruskan atau membagikan. Mengingat, berita hoaks itu dibuat oleh orang pintar dan disebarluaskan oleh orang (maaf) kurang pintar,” katanya.

Pada momen tersebut, pihaknya juga menjabarkan ciri-ciri dari berita Hoaks. Yakni mencipyakan kecemasan, memunculkan kebencian dan permusuhan, sumber beritanya tidak jelas sehingga tidak ada yang bisa dimintai klarifikasi, menyerang sepihak/ tidak netral hingga memanfaatkan fanatisme, suara rakyat, maupun agama untuk menyebarkan berita hoaks.

“Untuk itu, proses menyaring setiap informasi kiranya menjadi kunci untuk menangkal hoaks,” tegasnya.

Sementara Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim mengatakan, penting untuk terus mendorong, program peningkatan kapasitas dan kompetensi. Sehingga bisa menghasilkan wartawan yang berkompeten.

“Perusahaan pers/media harus sehat secara bisnis agar bisa berkelanjutan. Oleh karenanya, ia harus dikelola secara modern dan profesional,” pesannya.

Disisi lain, disampaikan jika keuangan perusahaan pers juga, harus prudent, akuntable dan dapat di pertanggungjawaban kepada pemegang saham. “Karena dia berbadan hukum, maka melekat didalamnya persyaratan sebagai sebuah perseroan dan diatur beberapa Undang-Undang,” imbuhnya.***

banner 325x300