LINGGA — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat Pemerintah Desa Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, memperkuat langkah pencegahan.
Kepala Desa Lanjut, Abu Samah, bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa dan masyarakat setempat menggelar sosialisasi pencegahan karhutla. Pesannya tegas, jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, dan jangan bermain api dengan alasan apa pun.
Peringatan tersebut menjadi penting setelah kebakaran lahan terjadi di Desa Lanjut. Api yang semula kecil dapat dengan cepat merambat ketika kondisi lingkungan mendukung.
Abu Samah mengatakan pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
”Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Jangan sampai karena ingin cepat membersihkan lahan, justru api tidak terkendali dan merugikan orang lain,” ujarnya.
Ia menegaskan, peringatan tersebut juga berlaku bagi siapa pun yang sengaja menyalakan api, termasuk mereka yang sekadar usil atau bermain-main dengan api.
”Bukan hanya yang membuka lahan. Siapa pun yang sengaja membakar, termasuk yang usil menyalakan api, harus memahami risikonya. Api kecil bisa menjadi besar dan dampaknya bisa merugikan masyarakat,” tegas Abu Samah.
Menurutnya, karhutla bukan persoalan yang dapat dianggap sepele. Ketika api sudah menjalar, dampaknya dapat meluas dan menyulitkan proses pemadaman.
Abu Samah juga mengingatkan masyarakat agar tidak bermain-main dengan konsekuensi hukum. Pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dijerat pidana penjara hingga 10 tahun serta denda paling banyak Rp10 miliar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
”Jangan sampai karena ingin cepat atau sekadar usil bermain api, akhirnya berhadapan dengan hukum. Ancaman pidananya bisa sampai 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 miliar,” katanya.
Sosialisasi melibatkan tiga pilar desa, yakni pemerintah desa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa, bersama masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pencegahan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya titik api.
Bagi Pemdes Lanjut, pencegahan jauh lebih penting daripada menunggu api membesar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla.
Sebab, api memiliki dua wajah.
Kecil jadi teman, besar jadi musuh.
(Adhe Bakong)






