Dugaan Janji Lulus Polri di Lingga Tuai Reaksi Netizen ‎

Keterangan : Sorotan netizen di dunia maya terhadap dugaan janji lulus Polri di Lingga
banner 120x600

LINGGA – Dugaan penipuan dengan modus menjanjikan kelulusan seleksi anggota Polri di Kabupaten Lingga menjadi sorotan publik di media sosial. Sejumlah warganet mendesak aparat kepolisian mengusut perkara tersebut secara tuntas dan transparan guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

‎Sorotan tersebut menguat setelah beredar informasi dugaan penyerahan dana puluhan juta rupiah dari pelapor kepada terlapor. Dalam kolom komentar media sosial, salah satu akun menulis:

banner 325x300

“Ini harus diusut tuntas dan berharap Polres Lingga segera mengambil langkah tegas demi nama baik institusi Polri dan kepercayaan masyarakat kepada institusi ini. Masalah ini sudah menjadi isu liar dan ‘kegaduhan’ di masyarakat Lingga dan sekitarnya. Kami khawatir jika tidak diusut secara transparan dan tuntas, akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum, khususnya kasus semacam ini. Bravo.”

‎Komentar lain menekankan pentingnya ketegasan aparat agar kasus serupa tidak terulang:

“Itu dia ketua, harus tegas, dan menjadi efek jera.”

‎Sebelumnya Polres Lingga memastikan proses hukum tetap berjalan. Kapolres Lingga AKBP Pahala Martua Nababan membenarkan laporan telah diterima dan saat ini masih berada dalam tahap penyidikan.

‎“Benar, laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam proses penanganan,” ujar AKBP Pahala, Kamis (8/1/2026).

‎Ia menjelaskan, penyidik tengah mengumpulkan alat bukti dan barang bukti, termasuk dua lembar tangkapan layar transaksi perbankan masing-masing senilai Rp10 juta dan Rp50 juta yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

‎Sementara itu, terlapor berinisial Z membantah pernah menjanjikan kelulusan seleksi anggota Polri. Z juga menyatakan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dan seluruh dana yang diterima telah dikembalikan kepada pelapor.

‎Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan dan klaim penyelesaian secara kekeluargaan tidak otomatis menghentikan penyidikan apabila ditemukan unsur pidana.

‎Kasus ini kembali membuka perhatian publik terhadap praktik penipuan yang mengatasnamakan kelulusan di institusi negara. Polri menegaskan seluruh proses rekrutmen anggota kepolisian dilakukan secara transparan, objektif, dan tanpa pungutan biaya.

‎Publik kini menunggu hasil penyidikan yang komprehensif dan terbuka guna memastikan kejelasan perkara serta mencegah terulangnya praktik serupa di masa mendatang.

(Adhe Bakong)