Proyek Strategis PT Thiansan di Lingga Masuk Tahap Akhir, Persetujuan Kemenhan Jadi Penentu

banner 120x600

 


TanjungpinangPos, Lingga – Rencana investasi besar PT Thiansan Alumina Indonesia (TAI) di Kabupaten Lingga telah melalui proses panjang dan penuh dinamika. Perusahaan yang bergerak di sektor industri pengolahan alumina ini kini hanya tinggal menunggu satu langkah krusial terakhir: penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

banner 325x300

‎Sejak awal kehadirannya di Lingga, PT Thiansan membawa harapan besar bagi pembangunan daerah. Dengan nilai investasi mencapai triliunan rupiah dan potensi penyerapan hingga 10.000 tenaga kerja, proyek ini bahkan disebut-sebut akan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) — menjadikannya salah satu investasi terbesar yang pernah masuk ke wilayah Bunda Tanah Melayu.

‎Namun, proses realisasi proyek ini tidak sepenuhnya berjalan mulus. Lokasi yang telah ditetapkan untuk pembangunan smelter diketahui berada di kawasan latihan tempur milik TNI Angkatan Laut, yang memerlukan persetujuan khusus dari Kementerian Pertahanan. Meskipun seluruh perizinan di tingkat provinsi dan kementerian teknis lainnya telah rampung, finalisasi proyek sepenuhnya bergantung pada pengesahan kerja sama tersebut.

‎Pemerintah Kabupaten Lingga sendiri telah menyampaikan titik koordinat lokasi yang dibutuhkan, dan kini menanti pengesahan resmi dari pemerintah pusat melalui Kemenhan.

‎Di tengah proses administratif tersebut, PT Thiansan tetap menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan sumber daya manusia lokal. Perusahaan mulai menjaring pemuda-pemudi Lingga untuk dipersiapkan sebagai tenaga kerja terampil melalui program pelatihan ke Tiongkok. Sebanyak 20 peserta telah mengikuti proses wawancara dan dijanjikan insentif Rp6 juta per bulan selama masa pelatihan. Program ini direncanakan berlangsung secara bertahap, dengan target peningkatan jumlah peserta menjadi 50 hingga 100 orang.

‎Meski demikian, Bupati Lingga, Muhammad Nizar, meminta agar program tersebut ditunda sementara guna menjaga prinsip transparansi dan kehati-hatian, hingga seluruh proses perjanjian resmi dengan Kementerian Pertahanan benar-benar tuntas.

‎Rencana investasi ini sempat diterpa isu kurang sedap, termasuk spekulasi bahwa perusahaan akan membatalkan proyeknya di Lingga. Namun Bupati Nizar menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.

‎“Sebagai kepala daerah, saya berkomitmen untuk terus mengawal agar perusahaan ini tetap berinvestasi di Lingga. Saya optimis Thiansan tidak akan hengkang, meskipun estimasi dan tenggat waktu yang diberikan hanya tinggal empat bulan,” tegasnya.

‎Pemerintah daerah juga telah melakukan langkah strategis melalui pendekatan langsung. Saat terjadi gelombang demonstrasi beberapa waktu lalu, Bupati dan Wakil Bupati Lingga langsung bertolak ke Jakarta untuk bertemu dengan berbagai pihak terkait, menunjukkan keseriusan dalam mengawal kelangsungan proyek strategis ini.

‎Kini, masyarakat Lingga menaruh harapan besar terhadap realisasi investasi Thiansan. Jika terealisasi, proyek ini diyakini mampu membawa perubahan besar bagi perekonomian daerah, membuka lapangan kerja luas, serta menciptakan peluang emas bagi generasi muda setempat.

‎“Alhamdulillah, proses pembicaraan soal perjanjian kerja sama sudah mulai terdengar. Mari kita doakan bersama agar investasi besar ini benar-benar bisa terwujud,” pungkas Bupati Nizar.

 

‎Penulis : Adhe Bakong