BINTAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bintan mengeluarkan surat edaran, mengenai kondisi kabut asap kiriman, yang ditujukan kepada kepala Sekolah Dasar (SD) dan SMP/sederajat. Disdik Bintan menetapkan, jika kondisi tidak memungkinkan, pelajar bisa diliburkan atau tidak masuk sekolah.
Dalam Surat Edaran nomor 421/DISDIK/2171 yang ditandatangani Kadisdik Bintan Tamsir SSi MSi tersebut, disampaikan beberapa poin penting, dalam menyikapi kabut asap di wilayah Bintan yang makin parah.
Kepala Disdik Bintan Tamsir SSi MSi menyampaikan, jika terjadi kabut asap tebal dengan jarang pandang terbatas, dan diperkirakan mengganggu kesehatan serta keselamatan bagi peserta didik maupun guru, Kepsek segera mengambil langkah pencegahan.
”Caranya dengan meliburkan aktivitas sekolah. Dan segera mengakhiri libur, jika cuaca sudah dalam kondisi membaik. Jika tak memungkinkan, pelajar bisa langsung diliburkan. Edaran ini sudah kita sampaikan ke seluruh sekolah,” kata Tamsir, Selasa (24/9) kemarin.
”Termasuk bagi sekolah di daerah pesisir maupun pulau kecil, kalau tak memungkinkan untuk belajar, diliburkan saja,” sambungnya.
Selain itu, Tamsir mengimbau agar masingmasing kepala sekolah segera berkoordinasi dengan pihak kesehatan atau pihak terkait, untuk memberikan masker kepada para guru dan peserta didik.
”Tetap lakukan koordinasi dengan kami, dari Dinas Pendidikan Bintan,” ujarnya. Selasa (24/9) kemarin, sebut Tamsir, terjadi kabut asap di beberapa wilayah. Kondisi ini tidak merata. Beberapa sekolah langsung diliburkan.
”Sekolah yang diliburkan itu, di daerah Sri Kualam Lobam dan beberapa sekolah di Kecamatan Toapaya,” sebut Tamsir.
Pegawai Tersungkur
Beberapa wilayah di Kabupaten Bintan diselimuti kabut asap tebal, Selasa pagi kemarin. Terutama di sepanjang jalan Lintas Barat. Mulai dari Kecamatan Seri Kuala Lobam, sampai Kecamatan Teluk Bintan, dan Toapaya. Kondisi ini membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas. Pengendara sepeda motor dan mobil harus berjalan lambat dan menyalakan lampu utama.
Meski upaya itu sudah dilakukan, namun seorang pegawai Pemkab Bintan mengalami laka lantas tunggal, di jalan lintas menuju Kantor Bintan Buyu. Pegawai tersebut tersungkur, setelah tiba-tiba melintasi gundukan badan jalan.
”Jarak pandang cuma berkisar 20 meter saja. Pegawai itu mungkin kaget, saat tiba di gundukan jalan menuju Kantor Bintan Buyu dengan secara tibatiba. Pegawai itu langsung dirawat, setelah tersungkur di aspal,” ujar seorang sumber.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Ardhito mengatakan, kabut asap tebal ini hampir sama seperti yang ditemui pada pagi hari biasanya. Namun, Selasa kemarin, kabut ditambah asap.
”Kalau lagi asap, terus hujan, biasanya besok paginya begini. Lebih tebal kabutnya,” kata dia saat dihubungi wartawan. (fre)



