Tanjungpinang – Lima kali menyandang predikat runner-up menjadi catatan panjang yang ingin segera diakhiri kontingen Kota Tanjungpinang. Pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026, tuan rumah tak ingin kembali puas berdiri di posisi kedua. Target yang dibidik kali ini adalah juara umum.
Bermain di hadapan publik sendiri menjadi kesempatan bagi Tanjungpinang untuk membuktikan kemampuan atlet-atlet terbaiknya. Dengan mengikuti seluruh 30 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, kontingen ibu kota Provinsi Kepri itu bertekad memaksimalkan peluang meraih medali.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tanjungpinang, Abdul Halim, mengatakan target juara umum bukan sekadar ambisi. Ada semangat untuk mengakhiri catatan lima kali menjadi runner-up selama penyelenggaraan Porprov Kepri.
“Kita sudah lima kali juara runner-up selama Porprov Kepri digelar. Insya Allah tahun ini kita targetkan juara umum,” ujarnya.
Bagi Tanjungpinang, Porprov VI Kepri bukan hanya agenda olahraga empat tahunan.
Ajang ini menjadi momentum untuk mengukur hasil pembinaan atlet sekaligus membuktikan kesiapan daerah dalam membangun prestasi olahraga.
Modal dari prestasi pelajar
Optimisme Tanjungpinang tidak muncul tanpa alasan. Abdul Halim menyebut, salah satu modal yang menjadi pertimbangan adalah hasil Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kepri yang belum lama ini digelar di Karimun. Dalam ajang tersebut, kontingen Tanjungpinang berhasil meraih gelar juara umum.
Capaian itu menjadi suntikan motivasi bagi atlet, pelatih, dan jajaran pembinaan olahraga di daerah tersebut.
Prestasi di tingkat pelajar diharapkan menjadi gambaran potensi atlet yang dapat terus dikembangkan untuk menghadapi persaingan di level provinsi.
Meski demikian, keberhasilan di Popda tentu harus dibuktikan kembali dalam persaingan Porprov. Setiap cabang olahraga memiliki tantangan dan peta persaingan tersendiri. Karena itu, persiapan yang matang, strategi pertandingan, serta konsistensi atlet menjadi faktor penting dalam mengejar target yang telah ditetapkan.
KONI Tanjungpinang bersama masing-masing cabang olahraga terus menggenjot persiapan. Atlet dan pelatih menjalani tahapan pembinaan, termasuk pemusatan latihan atau training center (TC), untuk mematangkan kesiapan menghadapi pertandingan.
“Persiapan terus berjalan. Atlet dan pelatih terus memberikan motivasi. Tinggal kita tunggu pertandingan berlangsung,” kata Abdul Halim.
Di antara 30 cabang olahraga yang dipertandingkan, renang dan atletik menjadi perhatian khusus. Kedua cabor tersebut memperebutkan banyak medali sehingga berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap perolehan medali kontingen.
Tanjungpinang pun memasang harapan besar agar atlet-atlet di dua cabang tersebut mampu tampil maksimal, bahkan bersaing untuk meraih gelar juara umum cabang olahraga.
Strategi ini menjadi penting karena persaingan menuju juara umum tidak cukup hanya mengandalkan satu atau dua nomor pertandingan.
Perolehan medali harus dibangun dari banyak cabang olahraga, dengan setiap atlet memiliki peluang untuk menyumbangkan prestasi.
Selain renang dan atletik, Tanjungpinang juga berharap cabang-cabang lain dapat memberikan kejutan.
Cabang olahraga bela diri, dayung, woodball, dan sejumlah cabor lainnya diharapkan mampu menyumbangkan medali sekaligus memperkuat posisi kontingen dalam klasemen akhir.
.
Kehadiran cabang olahraga baru juga membuka peluang bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan dan mencatatkan prestasi.
Karena itu, setiap cabor diharapkan tidak sekadar menjadi peserta, tetapi mampu tampil kompetitif dan memperjuangkan medali.
Tuan rumah dengan misi besar
Sebagai tuan rumah Porprov VI Kepri 2026, Tanjungpinang memiliki keuntungan dari sisi dukungan publik dan kedekatan dengan lingkungan pertandingan.
Namun, status tuan rumah juga membawa tanggung jawab untuk menyelenggarakan ajang olahraga dengan baik sekaligus menunjukkan prestasi di arena pertandingan.
Abdul Halim menegaskan, motivasi atlet dan pelatih menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju target tersebut. Persiapan yang dilakukan masing-masing cabor diharapkan mampu menghasilkan penampilan terbaik ketika pertandingan dimulai.
Tantangan Tanjungpinang bukan hanya mengumpulkan medali sebanyak-banyaknya, melainkan menjaga konsistensi di tengah persaingan dengan kontingen kabupaten dan kota lainnya di Kepri.
Lima kali menjadi runner-up menjadi catatan yang ingin mereka ubah. Gelar juara umum kini menjadi sasaran yang hendak diperjuangkan di rumah sendiri.
Porprov VI Kepri 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 1–8 November mendatang akan menjadi panggung pembuktian.
Apakah Tanjungpinang mampu mengakhiri penantian panjang dan mengubah posisi kedua menjadi yang pertama? Jawabannya akan ditentukan oleh perjuangan para atlet di setiap nomor pertandingan.
Bagi Tanjungpinang, target itu kini telah dicanangkan. Saatnya persiapan, strategi, dan semangat juang bertemu di arena untuk memperebutkan prestasi tertinggi olahraga Kepri. ***





