Tanjung Balai – Penantian panjang selama dua dekade akhirnya berakhir manis. Cabang olahraga sepak bola Kabupaten Lingga berhasil mengukir sejarah dengan meraih medali emas perdana pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Kepulauan Riau.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Lingga. Di tengah berbagai keterbatasan, para atlet muda berjuluk Laskar Bunda Tanah Melayu mampu menunjukkan semangat juang tinggi hingga berdiri di podium tertinggi.
POPDA X Kepulauan Riau tahun ini diselenggarakan di Kabupaten Karimun dan diikuti oleh seluruh kontingen kabupaten dan kota se-Kepulauan Riau. Rangkaian kegiatan dipusatkan di sejumlah venue pertandingan, dengan pembukaan berlangsung di Coastal Area Karimun, sementara beberapa cabang olahraga digelar di Stadion Badang Perkasa dan lokasi pertandingan lainnya yang telah disiapkan panitia.
Pelatih Kepala Cabor Sepak Bola Kabupaten Lingga, Angga Siagian, mengungkapkan rasa syukur atas capaian bersejarah tersebut. Menurutnya, keberhasilan meraih emas merupakan buah dari kerja keras para pemain, pelatih, serta dukungan berbagai pihak yang terus memberikan motivasi kepada tim.
”Alhamdulillah, cabang olahraga sepak bola Kabupaten Lingga berhasil meraih medali emas perdana di POPDA X setelah 20 tahun menanti. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh pemain, pelatih, dan semua pihak yang telah mendukung perjuangan kami,” ujar Angga.
Ia mengakui bahwa persiapan tim dilakukan dalam kondisi yang tidak mudah. Kebijakan efisiensi anggaran membuat tim harus berjuang dengan segala keterbatasan. Namun hal itu tidak menyurutkan tekad para pemain dan pelatih untuk tetap memberikan yang terbaik bagi daerah.
”Meskipun ada efisiensi anggaran, hal itu tidak membuat semangat tim sepak bola Lingga surut untuk berprestasi. Bahkan training center (TC) kami laksanakan dengan dukungan anggaran pribadi demi memastikan persiapan atlet tetap berjalan maksimal,” katanya.
Menurut Angga, langkah tersebut dilakukan karena pihaknya memahami kondisi keuangan daerah yang sedang melakukan penyesuaian anggaran.
”Kami tidak ingin menyusahkan pemerintah daerah karena kami memahami kondisi efisiensi anggaran yang sedang berlangsung. Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana anak-anak tetap bisa berlatih, bertanding, dan mengharumkan nama Kabupaten Lingga,” tambahnya.
Meski demikian, Angga tetap mengapresiasi perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang selama ini terus memberikan motivasi kepada para atlet dan pelatih.
”Pemkab Lingga melalui Dispora selalu memberikan semangat dan motivasi kepada kami untuk terus berprestasi. Dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi tim untuk memberikan hasil terbaik,” ujarnya.
Keberhasilan meraih emas perdana ini bukan hanya mengakhiri penantian selama 20 tahun, tetapi juga menjadi tonggak sejarah baru bagi sepak bola Kabupaten Lingga. Prestasi tersebut membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi dan berjuang.
Angga berharap capaian yang diraih saat ini dapat menjadi fondasi bagi kemajuan sepak bola Lingga di masa mendatang serta memotivasi generasi muda untuk terus berprestasi di bidang olahraga.
”Semoga prestasi ini dapat terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya dan menjadi awal kebangkitan sepak bola Kabupaten Lingga untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa depan,” tutupnya.
(Adhe Bakong)






