Sejarah, Bupati Anambas Tidak Sekolah Formal

banner 120x600
banner 468x60

Catatan Redaksi Erdeka Group

Redaksi Erdeka Group mencatat perjalanan panjang, tentang Bupati Anambas Aneng tidak memiliki ijazah di sekolah negeri pada umumnya. Uniknya, masyarakat lokal justru memenangkan pasangan Aneng-Raja Bayu ini, ketimbang tokoh berpengaruh lokal.

banner 325x300

Namanya akhir-akhir ini nyentrik dan menjadi pembicaraan di publik, pasal Ijazah paket yang diterbitkan PKBM Mawar, Batam.

Meskipun sebagian pihak berpikir tidak mempersoalkan tentang ijazah non formal itu. Namun, Anambas adalah daerah yang berhasil menelurkan tokoh – tokoh terkemuka yang menjadi suritauladan di Kepulauan Riau.

Sebagian publik menilai, ijazah Paket C yang dilaporkan Aneng ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Anambas, tidak sebanding dengan beberapa lawan politiknya, yang masing-masing mengenyam pendidikan dengan ijazah formal hingga Sarjana.

Kini sejarah tercatat di negeri perbatasan NKRI tersebut. Kepala daerah yang didapat lewat ujian paket A, B dan C. Menurut keterangan orang dekat Aneng, dokumen itu diperoleh dari pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Mawar pada tahun 2015.

Lebih-lebih, Aneng diketahui tanpa melalui sekolah formal SD selama enam tahun, SMP tiga tahun, serta sekolah menengah tingkat atas (SMA) tiga tahun.

Jika dibandingkan dengan, mantan penguasa sebelumnya, Teungku Muktharuddin pada Periode 2010-2015 dan Abdul Haris memimpin dua periode, publik dapat melihat tentang prestasi pendidikan keduanya. Mulai jenjang SD, SMP, SMA serta sarjana. Bisa terlihat di profil masing-masing melalui jejak digital internet.

Beda dengan dengan Bupati Anambas saat ini, jejak pendidikannya hanya terbuka di situs KPUD Anambas itupun hanya dilaporkan tamatan SMA tahun 2015. Sementara ijazah Paket A dan B tidak tercantum.

Sebagian pihak menghawatirkan akan prestasi Kabupaten itu ke depan. lemahnya, pendidikan yang di enyam Bupati Aneng, maka dia perlu sosok pembantu yang hebat. Terutama mereka yang duduk sebagai pejabat eselon dua di jabatan-jabatan penting.

Dengan pejabat yang mampu diandalkan nantinya, Aneng bisa mengatasi masalah kusut di internal pemerintahan yang dia pimpin saat ini.

Khawatirnya, minimnya pendidikan yang tinggi, ditambah lagi hanya lulusan PKBM, kemampuan atau integritas untuk menaikan taraf perekonomian secara merata, infrastruktur serta pendidikan yang nomor satu tidak sesuai kenyataannya.

Ditambah lagi, tidak pernah sama sekali mengurusi pemerintahan atau pun legislatif.

Alih-alih menjabat kepala daerah, apakah bisa menjadi suri tauladan atau contoh bagi generasi muda yang sedang menempuh pendidikan tinggi di dalam negeri ataupun di luar Kepri.

Sebagai informasi, Kabupaten Anambas ibukotanya adalah Tarempa yang ada di provinsi Kepulauan Riau. Dalam pemilihan umum 2024 lalu, Aneng menang sebagai Bupati. Berpasangan dengan Raja Bayu sebagai wakilnya, pria kelahiran Bengkalis, Riau tersebut mampu melampaui tiga pasangan calon lainnya. Semua diantaranya tokoh-tokoh berpengaruh di Anambas.

Bisa jadi satu-satuanya Bupati terpilih yang ada di indonesia, ketika pendaftaran ke penyelenggara pemilu menggunakan ijazah Paket C, atau bukan dari sekolah formal.

Menurut data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pemilu 2024 Kabupaten Anambas terdapat empat pasang calon. Aneng berpasangan dengan Raja Bayu (38,19%) suara, Wan Zuhendra berpasangan dengan Ahmad Yani (25,27%) suara, Rusli Efendi Berpasangan dengan Johari (23,52%) suara dan terakhir Neko Wesha Pawelloy berpasangan dengan Taufik (13,02%) suara.

 

KPUD Harus Terbuka

Komisi Pemilihan Umum Daerah atau KPUD seharusnya terbuka soal bagaimana menyampaikan informasi ke masyarakat atau publik untuk melihat dengan jelas profil serta jejak pendidikan para calon.

Soal jenjang pendidikan ini, sebaiknya terbuka saja ke publik bukan malah ditutupi agar masyarakat bisa melihat secara jelas dan gamblang.

Jika tolak ukurnya adalah jenjang pendidikan, maka pilihan itu sudah pasti tidak akan mendatangkan penyesalan nantinya. Namun, bukankah pilihan iniĀ  seperti ‘membeli kucing di dalam karung’?

 

 

banner 325x300