Batam – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, memimpin Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam di Kantor Wali Kota Batam, Senin (11/12/2023).
Rapat tersebut membahas terkait keamanan, transportasi, ketersediaan bahan pangan dan pengendalian inflasi jelang Natal dan Tahun Baru 2024 (Nataru). Selain itu rapat ini juga membahas terkait Pemilu 2024 dan Hari Jadi Batam (HJB) ke-194.
Wali Kota Batam mengatakan, untuk keamanan, sesuai laporan dari Polresta Barelang, terdapat sejumlah titik pengamanan objek vital di Batam dengan menerjunkan 194 personel. Beberapa objek vital seperti pusat perbelanjaan, pelabuhan, bandara, hingga tempat wisata.
“Semua harus bersinergi agar kondisi Batam benar-benar aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2024,” ujar Rudi.
Di kesempatan itu, Wali Kota Batam meminta semua Forkopimda menyampaikan masukan terkait lima agenda yang dibahas dalam rapat tersebut.
Di forum sama, terkait transportasi, Wali Kota meminta semua pihak meningkatkan pelayanan baik di bandara, maupun di pelabuhan.
“Lonjakan penumpang harus diantisipasi, mudah-mudahan menjelang Nataru ini bisa berjalan lancar dan semua penumpang bisa terlayani dengan baik,” ujarnya.
Selain pemahaman dan transportasi, Wali Kota juga meminta laporan dari semua pihak terkait bahan pokok dan pengendalian inflasi, Pemilu 2024, dan juga HJB ke-194.
“Semoga semua agenda yang dibahas bisa berjalan lancar demi kenyamanan masyarakat Batam,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Batam, Nuryanto, mengajak semua Forkopimda Batam kompak bersinergi bersama dalam menyambut kegiatan-kegiatan menjelang Nataru hingga Pemilu 2024 dan HJB ke-194.
“Perlu bersama-sama sinergi agar seluruh kegiatan kita bisa berjalan dengan sukses. Dengan kebersamaan pasti akan berjalan dengan baik dan sukses,” ujarnya.
“Setiap tahun kegiatan menjelang Nataru hampir sama. Namun untuk tahun ini berbarengan menjelang Pemilu 2024,” tambahnya.***
Berita Terkait
BP Batam-Polri Perkuat Sinergi, Investasi Batam Jadi Prioritas Batam – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kepastian hukum di wilayah kerja BP Batam. Penguatan kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BP Batam dan Polri di Balairung Sari BP Batam, Jumat (21/8/2026). MoU tersebut ditandatangani Kepala BP Batam Amsakar Achmad, didampingi Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, bersama Asisten Utama Operasi (Astama Ops) Polri, Komjen Pol Muhammad Fadil Imran. Pada kesempatan yang sama, BP Batam juga menandatangani Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri), yang ditandatangani Amsakar Achmad bersama Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin. Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pertukaran dan pemanfaatan data serta informasi, bantuan pengamanan, penanganan konflik sosial, penegakan hukum, peningkatan kapasitas dan pendayagunaan sumber daya manusia, serta pemanfaatan sarana dan prasarana. Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan Batam tetap berada dalam kondisi aman dan kondusif. “Penguatan kolaborasi antara BP Batam, Polri, dan Polda Kepri dinilai penting seiring dengan posisi Batam sebagai kawasan strategis nasional dan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia,” ujar Amsakar. Dengan dukungan situasi keamanan yang kondusif dan kepastian hukum yang terjaga, BP Batam optimistis iklim investasi dan aktivitas ekonomi di Batam dapat terus berkembang secara berkelanjutan. “Kami juga berharap penandatanganan ini dapat memperkuat soliditas BP Batam dan Polri dalam penyelesaian permasalahan hukum di Kota Batam,” harap Amsakar. Asisten Utama Operasi (Astama Ops) Polri, Komjen Pol Muhammad Fadil Imran mengatakan perpanjangan kerja sama ini merupakan momentum untuk memperbarui sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga Batam. “Keinginan kami adalah, Polri hadir tidak hanya sebagai security provider, tapi juga sebagai partner pembangunan,” ujar Fadil. Agar cita-cita tersebut terwujud, Fadil meminta jajaran Polda Kepri mengawal implementasi kerja sama tersebut agar tidak berhenti pada seremoni penandatanganan. “Saya titip kepada Kapolda Kepri dan jajaran agar Nota Kesepahaman ini betul-betul dikawal implementasinya,” kata Fadil.***