Batam – Sebanyak Rp12 miliar uang pecahan dibawa Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), ke pulau terluar di Provinsi Kepri. Uang pecahan edisi terbaru dibawa ke Pulau Tarempa, Pulau Midai, Pulau Subi Besar, Pulau Tambelan, Pulau Singkep.
Rombongan diberangkatkan menggunakan kapal TNI AL dari Batu Ampar, Batam, Sabtu (4/3/2023). Rombongan juga akan terlibat dalam program Kampung Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP) Indonesia. Selain membawa pecahan rupiah, kapal juga membawa bantuan-bantuan untuk pendidikan dan kesehatan, dengan memanfaatkan dana CSR BI.
Hadir dalam kesempatan pemberangkatan itu, Kepala BI Kepri, Suryono, Sekda Provinsi Kepri, Prihantara, Komandan Lantamal IV Batam Laksamana Pertama TNI Kemas M. Ikhwan Madani, Deputi Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bp. Muh. Arief Kurniawan, Asisten Ekbang Pemko Batam Firmansyah, anggota DPRD Kota Batam, Sahat Parulian Tambunan, Komandan KRI Pattimura-371 Letkol Oyu Mulia Sukmana dan lainnya.
“Tahun lalu, yang dibawa sekitar Rp9 miliar sampai 10 miliar. Tahun ini kita naikkan jadi Rp12 miliar,” ungkap Suryono.
Sebelum keberangkatan tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini, sudah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. “Kita koordinasi dengan pemerintah didaerah, karena kita juga di pulau-pulau, ada program kampung CBP,” bebernya.
Diakui, program itu memilih wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil), karena mata uang rupiah, merupakan simbol kedaulatan negara juga. Sehingga, penting pemanfaatan mata uang rupiah di semua daerah kesatuan Indonesia.
“Provinsi Kepri ditunjuk sebagai salah satu dari 17 provinsi tujuan dengan 85 pulau-pulau disekitarnya. Ekspedisi akan berjalan 4 sampai 10 Maret 2023,” imbuhnya.
Saat tim ekspedisi tiba dipulau-pulau itu, maka masyarakat di kelima pulau tersebut dapat langsung menukarkan uang lusuh yang dimiliki dengan uang layak edar. Termasuk uang tahun emisi terbaru. Bank Indonesia juga menerapkan metode penukaran wholesale kepada retailer, instansi pemerintah/swasta, dan perbankan untuk memperkuat kecukupan uang di wilayah tujuan.
“Untuk memperkuat literasi masyarakat pada Rupiah yang merupakan simbol kedaulatan NKRI, Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2023 dilengkapi dengan program edukasi “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah” kepada masyarakat di setiap pulau tujuan,” imbuhnya.
Pada kesempatan kunjungan tim ini ke Kabupaten Lingga, akan didorong pengendalian inflasi juga dilakukan dengan penguatan produksi tanaman pangan. “Kita akan menyalurkan 2.000 bibit cabai merah kepada petani di Lingga,” imbuhnya.
BI juga akan mendorong peningkatan produktivitas UMKM di bidang tenun dan olahan sagu dengan dukungan berupa mesin tenun dan alat pengolah sagu. Selain itu, untuk menghasilkan SDM yang kuat dari sisi spiritual, Bank Indonesia memberikan dukungan peralatan ibadah kepada rumah-rumah ibadah.
“Sementara, dukungan peningkatan SDM unggul dari segi pendidikan diwujudkan dalam bentuk peralatan teknologi informasi (laptop, proyektor, dan printer) sebagai sarana penunjang pendidikan di setiap pulau tujuan,” bebernya.
Dengan demikian, perjalanan ke pulau terluar akan berlangsung tidak hanya mengedarkan uang rupiah. Namun juga untuk membawa bantuan bagi masyarakat. “Mohon doanya perjuangan pejuang pejuang rupiah yang tadi di bawah itu bisa berjalan dengan lancar tidak ada halangan,” imbuh dia.(mbb)






