BINTAN – STIE Pembangunan Tanjungpinang kembali melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi.
Salah satu kegiatan tahun 2026 dilaksanakan bersama Bank Sampah Kharisma Mandiri yang berlokasi di Desa Ekang Anculai, Kabupaten Bintan.
Kegiatan bertajuk ‘Penguatan Manajemen Bank Sampah Kharisma Mandiri melalui Pengadaan Mesin Pres, Mesin Pencacah dan Pelatihan Pengelolaan di Desa Ekang Anculai’ ini termasuk dalam Kelompok Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Program tersebut merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan dengan dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dalam kegiatan ini, tim pengabdian yang diketuai Armansyah, SE., MM., memberikan dukungan berupa pengadaan mesin pencacah sampah plastik dan mesin press, disertai pelatihan pengelolaan.
Dukungan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan Bank Sampah Kharisma Mandiri sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar Bintan.
Armansyah menjelaskan bahwa penguatan sarana dan kapasitas pengelolaan sampah merupakan langkah awal untuk membangun proses hilirisasi sampah secara berkelanjutan.
“Ini merupakan proses berkelanjutan. Kita bertahap pada tahun ini melakukan pengabdian untuk membangun fondasi pengolahan sampah plastik. Mudah-mudahan ke depan program ini dapat dilanjutkan ke tahapan selanjutnya, sehingga selain menghasilkan biji plastik, nantinya biji tersebut dapat dibuat menjadi produk akhir dengan pengadaan alat yang kita berikan,” ujar Armansyah.
Menurutnya, keberadaan mesin pencacah dan mesin press diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sampah plastik. Sampah yang sebelumnya hanya dikumpulkan dapat diproses menjadi bahan baku yang memiliki nilai ekonomi, sekaligus membantu mengurangi dampak sampah terhadap lingkungan.
Ketua STIE Pembangunan Tanjungpinang, Dr. Ranti Utami, SE., M.Si., Ak., CA., menyampaikan bahwa kegiatan PKM merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat dan pelaku UMKM meningkatkan kemandirian serta daya saing.
“Semua kegiatan PKM ini merupakan persembahan dari kampus STIE Pembangunan Tanjungpinang. Kampus memiliki posisi strategis di Pulau Bintan untuk membantu pelaku usaha UMKM agar memiliki daya saing dan mandiri di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit saat ini,” ungkap Ranti.
Ranti menambahkan, STIE Pembangunan Tanjungpinang berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat yang membutuhkan dukungan berupa ide, gagasan, maupun pembinaan.
Melalui program ini, Bank Sampah Kharisma Mandiri diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan, produktivitas, dan nilai ekonomi sampah.
Ke depan, program tersebut diharapkan dapat berkembang menuju proses hilirisasi yang menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus mendukung penguatan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Bintan.






