LINGGA – Di balik senyumnya yang tetap tegar, Fadila, siswi SMK Negeri 1 Singkep asal Jalan Gergas, Kampung Boyan, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, masih menyimpan harapan besar untuk dapat kembali berjalan dan meraih cita-citanya.
Sudah lebih dari satu tahun Fadila tidak dapat berjalan akibat mengalami cedera setelah terjatuh. Sejak saat itu, kursi roda menjadi teman setianya dalam menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk saat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Melihat kondisi tersebut, PT Cipta Persada Mulia (CPM) melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) menyerahkan bantuan satu unit kursi roda kepada Fadila.
Bantuan tersebut bukan untuk menggantikan kursi roda yang selama ini digunakannya di sekolah, melainkan untuk menunjang aktivitas Fadila di rumah, termasuk sebagai sarana latihan mobilitas dan proses pemulihan agar kelak dapat kembali berjalan.
Humas PT Cipta Persada Mulia, Amir , mengatakan bantuan itu diberikan setelah perusahaan mengetahui kebutuhan Fadila yang memerlukan kursi roda tambahan untuk digunakan di rumah.
“Kami memahami Fadila telah memiliki kursi roda yang digunakan untuk menunjang aktivitas belajarnya di sekolah. Karena itu, perusahaan memberikan satu unit kursi roda lagi yang dapat digunakan di rumah, sehingga proses latihan dan aktivitas sehari-harinya menjadi lebih mudah. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi penyemangat bagi Fadila untuk terus berjuang meraih cita-citanya,” ujar Amir.
Menurut Amir, Program Pemberdayaan Masyarakat yang dijalankan PT Cipta Persada Mulia tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga berupaya menjawab kebutuhan riil masyarakat melalui program yang tepat sasaran.
“Kami percaya setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan dan masa depan yang lebih baik. Semoga bantuan ini dapat mendukung aktivitas Fadila, baik di rumah maupun dalam proses pemulihannya, sehingga ia tetap dapat menjalani pendidikan dengan semangat,” tambahnya.
Bagi Fadila dan keluarganya, bantuan tersebut bukan sekadar sebuah kursi roda. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi simbol kepedulian dan dukungan agar ia tetap optimistis menjalani hari-hari, melanjutkan pendidikan, dan terus berjuang memulihkan kondisinya.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas dalam mengakses pendidikan dan menjalani aktivitas sehari-hari, kepedulian seperti ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat dapat menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
(Adhe Bakong)






