Ketika Tangan-Tangan Baik Menyalakan Cahaya Ramadan Di Dabo Singkep

Manajer PLN ULP Dabo Singkep, Suheri (tengah), menyerahkan bantuan kepada penerima manfaat dalam program Cahaya Berkah Ramadan 1447 H yang digagas YBM PLN.
banner 120x600
banner 468x60

LINGGA – Ramadan selalu datang dengan caranya sendiri: menenangkan hati, melembutkan jiwa, dan mengingatkan manusia pada makna berbagi. Di tengah suasana bulan suci 1447 Hijriah yang sarat keberkahan itu, secercah cahaya kepedulian kembali dinyalakan oleh Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN melalui PT PLN ULP Dabo Singkep. Cahaya itu hadir melalui sebuah gerakan sosial bertajuk “Cahaya Berkah Ramadan 1447 H.”

‎Bagi sebagian orang, Ramadan mungkin hanya diukur dari panjangnya waktu berpuasa hingga azan magrib berkumandang. Namun bagi mereka yang memilih berbagi, Ramadan adalah ruang untuk menyalakan kebaikan—sekecil apa pun bentuknya.

banner 325x300

‎Melalui program ini, YBM PLN ULP Dabo Singkep menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut hadir dalam bentuk bingkisan Ramadan berupa paket sembako, program Peduli Guru Ngaji, serta Peduli Marbot Masjid. Ketiganya bukan sekadar paket bantuan, melainkan simbol kepedulian yang dihadirkan di tengah kehidupan masyarakat.

‎Sebanyak 22 paket bingkisan Ramadan disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Sementara itu, 4 paket bantuan diberikan kepada para guru ngaji, mereka yang setiap hari dengan sabar dan ikhlas menuntun anak-anak serta masyarakat membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an. Di sudut lain, 1 paket bantuan juga diserahkan kepada marbot masjid, sosok sederhana yang kerap luput dari sorotan, tetapi setia menjaga rumah ibadah agar selalu siap menyambut langkah para jamaah.

‎Di balik program ini, tersimpan semangat kebersamaan dari para insan PLN yang menyalurkan sebagian rezekinya melalui YBM PLN. Manajer PLN ULP Dabo Singkep, Suheri, menuturkan bahwa program tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial insan PLN untuk terus berbagi dengan masyarakat, terutama pada momentum Ramadan yang penuh keberkahan.

‎“Melalui program Cahaya Berkah Ramadan ini, kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban saudara-saudara kita serta membawa kebahagiaan bagi para penerima. Ini juga menjadi wujud kepedulian insan PLN melalui YBM PLN untuk terus menebar manfaat dan mempererat kebersamaan dengan masyarakat,” ujar Suheri. Kamis(12/3/26).

‎Bagi Suheri, berbagi di bulan Ramadan bukan sekadar agenda tahunan. Lebih dari itu, ia adalah upaya sederhana untuk memastikan bahwa keberkahan bulan suci dapat dirasakan oleh lebih banyak orang—terutama mereka yang selama ini dengan tulus mengabdikan diri di tengah masyarakat, seperti para guru ngaji dan marbot masjid.

‎Di Dabo Singkep, paket-paket sederhana itu mungkin tidak tampak istimewa bagi sebagian orang. Namun bagi mereka yang menerimanya, ia menjadi tanda bahwa kepedulian masih hidup, bahwa kebersamaan masih terjaga.

‎Seperti cahaya kecil di tengah malam yang sunyi, kebaikan mungkin terlihat sederhana. Tetapi dari sanalah harapan sering kali lahir diam-diam, namun hangat dan menenangkan.

‎Dan di Ramadan 1447 Hijriah ini, melalui “Cahaya Berkah Ramadan”, PLN kembali menyalakan cahaya itu, cahaya yang mungkin tidak gemerlap, tetapi cukup untuk menerangi langkah sesama.

‎(Adhe Bakong) 

banner 325x300