Tanjungpinang – Lomba menulis yang digagas panitia RDK Award Tahun 2025, resmi ditutup hari ini, Sabtu 20 September 2025.
Pengumuman ini disampaikan, Penggagas RDK Award, Nizamul Akhyar mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta yang sudah yang mengirimkan karya-karya tulis terbaiknya.
“Kami sebagai penyelenggara sangat mengapresiasi, sesuai data yang kami terima dari tim dewan juri, sedikit 334 karya tulis yang masuk ke email erdeka,” ujarnya.
Ratusan peserta yang berpartisipasi ini, tidak hanya berasal dari dalam Kepri, melainkan juga ada yang dari Riau, Kalimantan, Bangka, serta daerah pesisir Riau,” ungkap Mul.
Jika ditanya, mana kategori yang paling dominan diikuti, Akhyar, menambahkan, dari kategori pelajar, wartawan dan umum, paling dominan peserta pendidik/guru.
“Paling banyak adalah peserta pendidik, beragam, mulai dari guru sekolah dasar, sampai madrasah,” paparnya.
Dari semangat yang luar biasa ini, bukan tidak mungkin, kegiatan ini bakal berlanjut dan menjadikan lomba ini dalam agenda tahunan.
Tentu dari sekian banyak karya yang masuk ke email dewan juri, tidak sedikit pula yang bertanya tentang kapan pengumuman?. Sesuai agenda yang sudah disepakati, lanjut Mul, panitia bakal mengumumkan akhir September ini.
“Kami rapat dengan tim juri sepakat di umumkan setelah penjurian karya tulis kategori jurnalis dan umum. Rencana akhir September ini. Jadi tetap simak website media partner kami, media sosial instagram rdkaward,” jelasnya.
Panitia lanjutnya, bakal menyiapkan hadiah uang tunai, sertifikat, serta piala, dan hadiah hiburan. Ada juga lanjutnya, beberapa buku karya tulis terbaik Rida K Liamsi, bakal diberikan untuk para pemenang.
“Kesepakatan kami hadiah tentunya uang tunai, sertifikat untuk pemenang dan peserta yang berpartisipasi, serta piala. Ada juga buku karya terbaik dari Rida K Liamsi,” jelas Mul demikian.
Berita Terkait
BP Batam-Polri Perkuat Sinergi, Investasi Batam Jadi Prioritas Batam – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kepastian hukum di wilayah kerja BP Batam. Penguatan kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BP Batam dan Polri di Balairung Sari BP Batam, Jumat (21/8/2026). MoU tersebut ditandatangani Kepala BP Batam Amsakar Achmad, didampingi Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, bersama Asisten Utama Operasi (Astama Ops) Polri, Komjen Pol Muhammad Fadil Imran. Pada kesempatan yang sama, BP Batam juga menandatangani Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri), yang ditandatangani Amsakar Achmad bersama Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin. Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pertukaran dan pemanfaatan data serta informasi, bantuan pengamanan, penanganan konflik sosial, penegakan hukum, peningkatan kapasitas dan pendayagunaan sumber daya manusia, serta pemanfaatan sarana dan prasarana. Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan Batam tetap berada dalam kondisi aman dan kondusif. “Penguatan kolaborasi antara BP Batam, Polri, dan Polda Kepri dinilai penting seiring dengan posisi Batam sebagai kawasan strategis nasional dan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia,” ujar Amsakar. Dengan dukungan situasi keamanan yang kondusif dan kepastian hukum yang terjaga, BP Batam optimistis iklim investasi dan aktivitas ekonomi di Batam dapat terus berkembang secara berkelanjutan. “Kami juga berharap penandatanganan ini dapat memperkuat soliditas BP Batam dan Polri dalam penyelesaian permasalahan hukum di Kota Batam,” harap Amsakar. Asisten Utama Operasi (Astama Ops) Polri, Komjen Pol Muhammad Fadil Imran mengatakan perpanjangan kerja sama ini merupakan momentum untuk memperbarui sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga Batam. “Keinginan kami adalah, Polri hadir tidak hanya sebagai security provider, tapi juga sebagai partner pembangunan,” ujar Fadil. Agar cita-cita tersebut terwujud, Fadil meminta jajaran Polda Kepri mengawal implementasi kerja sama tersebut agar tidak berhenti pada seremoni penandatanganan. “Saya titip kepada Kapolda Kepri dan jajaran agar Nota Kesepahaman ini betul-betul dikawal implementasinya,” kata Fadil.***