Batam – Perusahaan asal Amerika Serikat (AS), PT Tynergi Technology Group, mulai melakukan realisasi investasi di kawasan industri Wiraraja Indonesia di Kabil. Nilai awal investasi Tynergi sebesar 500 juta dollar AS atau sekitar Rp9 triliun (Rp18.000 per dollar AS).
Realisasi investasi awal dan kerja sama strategis dilakukan, Selasa (28/10/2026), di Kabil, Batam, dengan penandatanganan MoU. Penandatanganan MoU dilakukan antara Presiden Direktur Wiraraja, Akhmad Maaruf dengan Tynergi Technology Group.
Hadir pada kesempatan itu, Kapolda Kepri, Irjen. Pol. Suhendri dan Deputi Investasi dan Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Fary Djemy Francis, Area Head PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Batam, Wendi Purwanto dan pengusaha lainnya di Batam.
Menurut Akhmad Maaruf Maulana, saat ini, realisasi investasi berjalan dengan pembangunan gedung di Wiraraja 1, Kabil, Batam. Selanjutnya akan dilakukan rekruitmen karyawan untuk tahap awal, sebanyak 1ribu orang.
“Pengembangan proyek ini merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan investasi produktif dan memperkuat daya saing industri nasional,” kata Maaruf.
Dijelaskan, pembangunan tahap awal akan memanfaatkan lahan sekitar 3 hektare di Kawasan Industri Wiraraja I, Kabil. Perusahaan menargetkan pembangunan awal menjadi fondasi bagi pengembangan fasilitas industri berikutnya. Kedepan, diharapkan agar kerja sama berbagai pihak, baik pemerintah, hingga mitra kerja internasional.
“Fokus kami adalah membangun ekonomi dan industri Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.
Disebut, investasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri dan investasi internasional. Sekaligus mendorong pengembangan industri bernilai tambah yang berorientasi pada teknologi dan manufaktur masa depan.
Selain mengembangkan fasilitas manufaktur, proyek Wiraraja Geseip dirancang untuk membuka peluang hilirisasi pasir silika, pengembangan pabrik pintar berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), hingga potensi pengembangan industri semikonduktor dan perakitan baterai sodium-ion.
Hilirisasi pasir silika menjadi salah satu sektor yang diperhitungkan karena membuka peluang peningkatan nilai tambah bahan baku melalui pengolahan dan pengembangan produk industri. Sementara itu, penerapan teknologi AI berpotensi mendukung efisiensi proses produksi dan pengelolaan fasilitas manufaktur.
Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis menyampaikan, realisasi proyek strategis nasional membutuhkan dukungan dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan. BP Batam diakui, berkomitmen mendukung pelaksanaan program-program strategis nasional yang ditetapkan pemerintah pusat, termasuk pengembangan kawasan industri Wiraraja.
“Komunikasi intensif antara pengelola proyek, investor, pemerintah, dan pemangku kepentingan diperlukan agar komitmen investasi dapat diterjemahkan menjadi pembangunan fisik dan kegiatan ekonomi yang nyata,” jelasnya.
Sebelumnya, Maaruf menyampaikan Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja GESEIP merealisasikan kerja sama strategis dengan investor asal Amerika Serikat, Tynergy Technology Group dan Essence Global. MoU dilakukan saat realisasi kerjasama.
MoU berjalan setelah sebelumnya ditandatangani Joint Venture Agreement (JVA) antara Wiraraja GESEIP di Washinton DC, Amerika Serikat, 18 Februari 2026, disaksikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Tahap awal investasi yang akan menempati lahan seluas 3 hektare di Wiraraja I Kabil dengan nilai investasi sekitar US$500 juta dan menyerap sebanyak 1.000 tenaga kerja. Kerja sama ini difokuskan pada hilirisasi industri pasir silika (silica sand downstreaming), pengembangan AI smart-factory, serta peluang pengembangan industri semikonduktor dan perakitan baterai sodium ion.
“Investasi ini mengusung konsep industri terintegrasi dari hulu ke hilir (end-to-end), guna membangun rantai pasok industri teknologi tinggi berskala besar, yang selanjutnya akan dikembangkan melalui ekspansi ke Kawasan Industri Wiraraja GESEIP, Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pulau Galang,” katanya.
Makruf menjelaskan melalui kemitraan strategis ini, PSN Wiraraja GESEIP berkomitmen untuk mempercepat hilirisasi industri, memperkuat ekosistem industri nasional, menarik investasi strategis, serta menciptakan nilai tambah melalui pengembangan kawasan industri yang terintegrasi.
“Inisiatif ini juga mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi industri yang kompetitif di tingkat global,” ungkapnya.***





