Tanjungpinang – Persaingan memperebutkan medali emas cabang olahraga sepak takraw pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri VI 2026 diprediksi berlangsung ketat. Batam, Karimun, dan tuan rumah Tanjungpinang menjadi daerah yang berpeluang bersaing di cabang olahraga tersebut.
Persaingan semakin menarik karena sejumlah atlet yang pernah memperkuat Kepulauan Riau pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 lalu, kembali turun berlaga.
Kali ini, mereka memperkuat kabupaten dan kota masing-masing untuk memburu prestasi di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Tercatat, tiga atlet asal Karimun, dua atlet dari Batam, dan satu atlet dari Tanjungpinang yang pernah tampil di PON Aceh-Sumut akan ikut meramaikan persaingan..
Sekretaris Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kepri, Syaiful Bahari, mengatakan, peta persaingan pada Porprov kali ini diperkirakan lebih merata.
Batam yang sebelumnya tampil sebagai juara umum cabang sepak takraw pada Porprov 2022 di Bintan, akan menghadapi tantangan dari Karimun dan Tanjungpinang.
Menurut dia, ketiga daerah tersebut memiliki peluang untuk meraih medali emas. Karena itu, pertandingan diperkirakan berlangsung sengit, terutama pada nomor-nomor yang menjadi andalan masing-masing daerah.
“Pada Porprov 2022 lalu di Bintan, juara umum sepak takraw diraih Batam. Untuk Porprov kali ini, perebutan medali emas diperkirakan akan berlangsung ketat antara Batam, tuan rumah Tanjungpinang, dan Karimun,” ujarnya.
Cabang olahraga sepak takraw Porprov Kepri VI 2026 akan memperebutkan lima medali emas, lima perak, dan lima perunggu.
Dari total tersebut, tiga medali emas diperebutkan pada nomor putra, sedangkan dua medali emas lainnya berasal dari nomor putri.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 2–6 November 2026 di GOR PPLP Bintan Centre.
Bagi PSTI Kepri, Porprov tidak sekadar menjadi ajang untuk menentukan daerah terbaik dalam perolehan medali.
Lebih dari itu, kompetisi ini diharapkan menjadi ruang bagi atlet-atlet potensial dari kabupaten dan kota untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka peluang memperkuat tim Kepri pada kompetisi tingkat regional.
Syaiful berharap, melalui Porprov kali ini, akan muncul atlet-atlet berbakat yang dapat dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) 2027.
“Porprov ini selain menjadi ajang silaturahmi, juga diharapkan melahirkan atlet-atlet berbakat dari kabupaten dan kota yang nantinya dapat diseleksi untuk memperkuat Kepri di Porwil 2027,” katanya.
Dengan kehadiran atlet berpengalaman di level nasional serta persaingan dari sejumlah daerah, cabang sepak takraw diperkirakan menjadi salah satu pertandingan yang menarik untuk disaksikan pada Porprov Kepri VI 2026.
Batam berupaya mempertahankan dominasinya, sementara Karimun dan Tanjungpinang berpeluang membuat kejutan dalam perebutan medali emas.***





