Batam – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) melalui Aviation Fuel Terminal Hang Nadim tegaskan komitmennya dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Komitmen ini salah satunya dibuktikan melalui pelaksanaan program Kampunh Bahari Si Pelaut (Sinergi Inovasi Pengelolaan Sumber Daya Laut) yang bertempat di Kampung Tue Terih Kelurahan Sambau Kecamatan Nongsa.
Pjs. Area Manager Comm, Rel & CSR Sumbagut, Silvani Maiyestuhariani mengatakan, melalui program ini, Pertamina rancang inovasi pengelolaan sumber daya laut sebagai intervensi inovasi berbasis lingkungan, sosial, dan ekonomi untuk mengembangkan hasil laut menjadi berbagai kegiatan produktif. Program Kampung Bahari Si Pelaut, kini nelayan dan kelompok perempuan mengolah hasil laut menjadi sumber pangan, produk usaha, dan tambahan penghasilan keluarga.
“rogram Si Pelaut telah dirintis sejak tahun 2022. Memasuki tahun keempat pelaksanaan program, Kampung Bahari Si Pelaut hadir sebagai integrasi dari beberapa program aspek program yang telah dilaksanakan sebelumnya, mulai dari sosial, ekonomi, hingga pendidikan,” ujar Silvani.
Selanjutnya Silvani menambahkan, Kampung Bahari Si Pelaut melibatkan sejumlah kelompok masyarakat, antara lain Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari, KUB Belian Tuah, Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari, dan Poklahsar Sukses Bersama. Bersama-sama, para kelompok mengembangkan budidaya ikan kakap, bawal, dan kerapu, budidaya ikan air tawar dan sayuran melalui aquaponik, rehabilitasi mangrove, serta mengolah hasil perikanan menjadi beragam produk usaha.
Ketua KUB Terihindo Jaya Lestari, Saidar, menyampaikan pendampingan yang diberikan Pertamina memberikan perubahan besar bagi masyarakat setempat. Kelompok nelayan yang dahulu mengalami kegagalan dalam budidaya akibat keterbatasan kapasitas dan akses pasar, kini mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan melalui pendampingan yang diberikan.
“Dulu kami hanya kelompok nelayan yang mengandalkan hasil tangkapan laut yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan musim. Selain pendampingan, kami dibekali penguatan kapasitas, penyediaan sarana budidaya, serta pengembangan akses pasar. Dukungan ini menjadi titik balik kami untuk membangun kembali usaha budidaya perikanan secara lebih terencana, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, ungkap Saidar.
Dari kulit hingga tulang ikan, kelompok mengolahnya menjadi enam produk unggulan, yakni keripik kulit ikan tenggiri original dan pedas manis, kerupuk kulit ikan kakap, swiss roll abon ikan, abon ikan, serta penyedap rasa dari tulang ikan. Kepala udang yang sebelumnya tidak dimanfaatkan juga diolah menjadi penyedap rasa. Beragam produk tersebut kini telah dipasarkan hingga Malaysia dan Singapura.
Pertamina Patra Niaga akan terus mendampingi masyarakat pesisir melalui Program Kampung Bahari Si Pelaut untuk mengembangkan budidaya perikanan, usaha olahan hasil laut, dan pelestarian lingkungan. Program ini turut mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi yang lebih produktif di Kampung Tue Terih.
Melalui Program TJSL Kampung Bahari Si Pelaut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Aviation Fuel Terminal Hang Nadim terus mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Program ini berkontribusi terhadap pencapaian SDGs 1 Tanpa Kemiskinan, SDGs 2 Tanpa Kelaparan, SDGs 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDGs 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDGs 13 Penanganan Perubahan Iklim, dan SDGs 14 Ekosistem Laut melalui penguatan ekonomi sirkular, peningkatan ketahanan budidaya perikanan, serta pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai inisiatif sosial yang memberikan dampak positif dan berkelanjutan di wilayah operasionalnya.***






