Kawan Lama

Husnizar Hood
banner 120x600
banner 468x60

Coba direnung-direnung dan dikenang-kenang, diusia kita yang tak lagi muda ini ada berapa banyak kita masih punya kawan yang ada di sekitar kita, kawan baik yang saling mengenal siapa kita, kawan baik yang saling mengingatkan apa yang terbaik yang harus kita lakukan dan kawan baik yang berani menentang kalau kita berada di jalan yang salah ketika di persimpangan.

Kemudian coba diingat-ingat sudah berapa lama kita berkawan dengannya? Kadang memang kita masih punya banyak kawan tapi dia datang hanya sekejap dan silih berganti waktu kita senang dia memang ada tapi waktu kita susah dia dia entah dimana.

banner 325x300

Mahmud itu kawan baik saya dan dia juga adalah kawan lama saya, memang kami berkawan tidak sedari kecil tapi paling tidak kami sudah berkawan hampir 40 tahun lamanya selama itu silaturrahmi kami tak pernah terputus, pasang surut pastilah ada, merajuk dan berpujuk tentulah pernah tapi yang paling penting dalam suasana apapun susah dan senang kami tetap saja tertawa bersama.

“Buat ketawa aja Tok”, begitu Mahmud selalu memberi semangat kepada saya dan biasanya sayapun lekas-lekas tertawa sebab memandang wajah Mahmud kawan saya yang baik itu memang selalu mengundang tawa.

Coba juga tanya dengan kawan kita itu, siapa saja kawan baik dan kawan lamanya? Manalah tau ternyata kita kenal dengan kawan-kawannya.

Kemarin Kabupaten Pati bergolak, walau tak sampai 50 ribu demonstran yang “ditantang” untuk datang sudah membuat aparat lintang pukang dan masyarakat Pati centang perenang.

Sudewo Bupati Pati yang langsung jadi super terkenal se negara yang sekejap lagi 80 tahun usia merdekanya itu ternyata adalah kawan lama Mahmud yang kawan baik saya itu.

“Kami pernah berkawan dulu, entah berapa kali dia ke Tanjungpinang, ke Batam dan juga ke Lagoi Bintan, selalu kami berbual panjang dan orangnya sangat mengasyikkan”, cerita Mahmud pada saya.

Awalnya saya macam tak percaya apa yang dikatakan Mahmud tapi setelah saya runut cerita demi ceritanya barulah saya percaya, kalau Mahmud memqng pernah dekat juga dengan kawan-kawan mas Sudewo itu, mereka suka dengan Mahmud karena kawan saya itu pandai berpantun maka di setiap acara Mahmudlah yang dicari mereka

Tapi setelah itu mereka tak berjumpa lagi, tidak karena ada sesuatu masaalah tapi hanya karena jarak dan juga waktu yang membuat mereka harus terpisah dan mungkin juga kepada pilihan hati jalan kehidupan masing-masing.

Seandainya mereka bertemu lagi hari ini pastilah mereka akan tertawa-tawa lagi seperti dulu dan kini hampir setiap hari kawan lama Mahmud Mas Sudewo itu sedang dalam masaalah yang pastilah membuat dia gelisah dan tak sempat tertawa.

“Kadang kekuasaan bisa membuat orang menjadi lupa bahkan tiba-tibq bisa membuat orqng menjadi bodoh”,  begitu kata Mahmud nadanya agak tinggi walaupun dia sepertinya ikut menyesal juga apa yang lakukan Bupati Pati itu karena dia tahu betul kalau mas Dewo panggilan akrabnya, tidaklah searogan itu.

“Ujian itu jatuh pada kawan lama awak itu Mud”, jawab saya, jadi dia harus melewatinya dengan baik.

“Ya juga ya Tok, ada juga hikmahnya, kita langsung nampak dan ditunjukkan, ada pemimpin yang arogan, ada pemimpin yang tiba-tiba menjadi bodoh karena memaksa mencoba menjadi seperti orang yang pintar, ada yang pintar-pintar bodoh, ada yang bodohnya pintar tapi lebih banyak lagi yang pura-pura bodoh dan pilih main aman tapi menghanyutkan”, balas Mahmud kini nadanya sopan.

“Padahal dia kawan lama kita Mud, pernah juga jadi kawan baik tapi dia sudah menjauh dari kita”, saya belokkan cakap Mahmud dan kawan saya Mahmud dengan cepat nampak sedang mengelus-elus kumis dan janggutnya, itu tanda-tanda dia sudah tak malas bercakap lagi.

Tapi seorang kawan tetaplah ia seorang kawan walaupun dia sudah tak mau lagi berkawan tetap saja kita mendoakan dengan doa-doa yang terbaik, walaupun selama ini kita pikir dialah orang yang paling bernasib baik ternyata sekarang berbalik mungkin kawan itu sedang kena bidik atau mulai kena sidik dan segera ditingkatkan menjadi perintah lidik, ah bulu kuduk sayapun bergidik.

Karena hanya dengan pantun Mahmud pernah banyak mendapat kawan, berkawan dan dikawani oleh banyak orang sampai orang seperti mas Dewo yang kini masih sah menjadi bupati Pati.

Sayapun berkawan baik dan berkawan lama dengan Mahmud, apapun yang terjadi dengannya takkanlah kita yang sudah lama kenal baik dengan Mahmud tak mau pula berkawan dengannya, mencoba mencari kawan baru semuanya  belum tentu kita tahu.

“Berkawan dengan saya memang tak ada untung Tok tapi tak berkawan dengan saya rugi”, seloroh Mahmud, dia berjalqn terpingkal-pingkal pergi meninggalkan saya sendiri dan itu bukan tandanya kalau kami tak berkawan lagi.

 

Oleh: Husnizar Hood

 

banner 325x300