Tak Berkategori  

Pemkab Bintan Bakal Berlakukan Take Away

banner 120x600
Pemkab Bintan bakal memberlakukan sistem take away (pesan bawa pulang), bagi kalangan pengusaha restoran dan rumah makan, serta kedai kopi. Soalnya, masih banyak warga yang kongko – kongko, pada situasi darurat Corona sekarang.

BINTAN – KASUS penyebaran virus korona dari Dinkes Kepri, terdata 4 orang pasien dalam pengawasan (PDP), dua masih dalam masa perawatan dan dua dinyatakan negatif. Sedangkan yang masuk dalam ODP mencapai 45 orang, tanpa ada yang dinyatakan positif. Sedangkan di Kepri, 81 orang dinyaakat PDP dan 1.649 ODP. Kondisi sekarang, semakin darurat.

”Di pemerintahan saja, kita sudah menjalankan tugas rapat dengan jarak jauh, via teleconference. Pelajar sudah diliburkan sejak dua pekan lalu. Tapi, masih saja kita temukan orang yang berkumpul di kedai kopi, restoran dan rumah makan. Ini berbahaya,” ujar H Apri Sujadi, Bupati Bintan, Minggu (29/3) kemarin.

banner 325x300

Sebelumnya, ungkap bupati, Pemkab Bintan sudah melakukan penanganan virus korona, dengan melakukan penyemprotan massal dengan disinfektan. Selanjutnya, Apri Sujadi bakal menerapkan sistem take away bagi kedai kopi, rumah makan dan restoran kopi di Kabupaten Bintan. Jika masih saja ditemukan warga yang nongkrong atau kongko-kongko.

”Kita ingin berlakukan take away, yaitu pesan dan bawa pulang. Upaya ini untuk pencegahan penyebaran virus Covid-19 di wilayah Kabupaten Bintan. Kita belum sampai ke tahapan lockdown,” kata bupati.

Saat ini, lanjut Apri Sujadi, pihaknya sedang membahas teknis pemberlakuan layanan take away (pesan bawa pulang) bagi warung kopi, rumah makan dan restoran itu. Agar tidak ada lagi warga yang kongko-kongko atau berbincang tanpa tujuan jelas. Pelaku usaha diminta dapat melayani konsumen dengan layanan online pesan antar, seperti telepon atau berbasis website maupun aplikasi online lainnya.

”Dengan sistem layanan ini, warga atau konsumen dapat memesan makanan untuk dibungkus, dan dibawa pulang. Ini sedang kita pelajari dan bakal diterapkan,” ujarnya.

Untuk saat ini, pelaku usaha diminta agar menyediakan meja dan kursi yang berjarak, sesuai dengan SOP Kesehatan.

”Kita tak mau ambil risiko, ini wabah mematikan. Kami hanya ingin memastikan masyarakat aman dan semoga dilindungi Allah SWT, dijauhi dari bahaya korona,” tutupnya. (fre)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *