Utama  

Dari Ruang Pendidikan ke Tengah Masyarakat, Siswa SIP 56 Setukpa Polri Tebar Kepedulian untuk Lansia di Lingga ‎

Siswa SIP Angkatan Ke-56 Resimen Parakrama Pradana didampingi sang istri di Panti Jompo Tuah Bunda Dabo Singkep, Kabupaten Lingga.
banner 120x600

‎LINGGA – Pendidikan di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdiklat Polri tidak hanya ditempa di ruang kelas maupun lapangan latihan. Nilai kepemimpinan, integritas, dan profesionalisme yang diajarkan selama pendidikan diwujudkan melalui aksi nyata yang langsung menyentuh masyarakat.

‎Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan Siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-56 Resimen Parakrama Pradana (RPP). Memanfaatkan momentum Izin Bermalam di Luar (IBL), para calon perwira itu turun langsung menyalurkan bantuan kepada masyarakat sebagai implementasi nilai-nilai pengabdian yang menjadi ruh pendidikan di Setukpa Lemdiklat Polri, Jumat (31/7/2026).

‎Di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Siswa SIP Angkatan ke-56 pengiriman Polda Kepulauan Riau menyerahkan paket sembako kepada para penghuni Panti Jompo Tuah Bunda sebagai bentuk kepedulian terhadap para lanjut usia. Kehadiran mereka tidak sekadar membawa bantuan kebutuhan pokok, tetapi juga menghadirkan perhatian, kehangatan, dan semangat kebersamaan bagi para lansia.

‎Program bakti sosial tersebut merupakan bagian dari pembentukan karakter yang diterapkan Setukpa Lemdiklat Polri. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar selama satu bulan, setiap siswa mendapat penugasan untuk kembali ke daerah asal masing-masing melalui program Izin Bermalam di Luar (IBL) dengan membawa misi sosial. Mereka didorong mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan melalui berbagai kegiatan, mulai dari penyaluran bantuan sosial, donor darah, hingga aksi kemanusiaan lainnya.

‎Sebanyak 33 Siswa SIP Angkatan ke-56 pengiriman Polda Kepulauan Riau secara serentak melaksanakan kegiatan sosial di berbagai daerah. Meski dilakukan di lokasi yang berbeda, seluruh kegiatan mengusung semangat yang sama, yakni menghadirkan Polri Presisi yang semakin dekat, humanis, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Siswa SIP Angkatan ke-56 pengiriman Polda Kepulauan Riau menyerahkan bantuan sosial kepada para lansia di Panti Jompo Tuah Bunda Kabupaten Lingga, Jumat (31/7/2026), sebagai bagian dari program bakti sosial Setukpa Lemdiklat Polri.

Ketua Panti Jompo Tuah Bunda Kabupaten Lingga, Amalia, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan para calon perwira Polri. Menurutnya, bantuan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada nilai materi yang diberikan.

‎”Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sujimanyah,  Siswa SIP Angkatan ke-56 pengiriman Polda Kepulauan Riau yang telah meluangkan waktu untuk berbagi dengan para lansia di Panti Jompo Tuah Bunda. Kehadiran mereka membawa kebahagiaan tersendiri bagi para penghuni panti. Semoga kepedulian seperti ini terus tumbuh dan menjadi teladan bagi generasi muda serta membawa keberkahan bagi seluruh peserta didik Setukpa Lemdiklat Polri,” ujar Amalia.

‎Ia menambahkan, perhatian dari berbagai pihak sangat berarti bagi para lansia yang tinggal di panti. Menurutnya, kunjungan seperti ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para penghuni yang merindukan perhatian dan kebersamaan.

‎Kegiatan tersebut menegaskan bahwa proses pendidikan di Setukpa Lemdiklat Polri tidak hanya bertujuan melahirkan perwira yang cakap dalam aspek teknis dan kepemimpinan, tetapi juga membentuk insan Bhayangkara yang memiliki empati, integritas, kepekaan sosial, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

‎Melalui aksi sederhana namun sarat makna tersebut, Setukpa Lemdiklat Polri kembali menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik dan kemampuan lapangan, tetapi juga dari sejauh mana seorang calon perwira mampu hadir, peduli, dan memberikan manfaat bagi sesama. Inilah wajah Polri Presisi yang humanis mengabdi dengan hati, bekerja dengan integritas, serta terus membangun kepercayaan masyarakat melalui tindakan nyata.

‎(Adhe Bakong)