Tanjungpinang – Tim Penelitian STIE Pembangunan Tanjungpinang menanam 200 bibit mangrove di Pulau Dompak pada 7 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian program hibah penelitian nasional dari Kemendiktisaintek tahun 2025 yang telah berjalan selama delapan bulan.
Penelitian tersebut berfokus pada penerapan akuntansi biru pada kelompok Petani Pesisir Dompak Laut (PPDL), yang selama ini berperan sebagai pelaksana penanaman mangrove di kawasan Dompak. Selain mengumpulkan data, tim penelitian juga memberikan pelatihan terkait pembukuan sederhana dan pemahaman konsep akuntansi biru kepada anggota PPDL.
Dalam pelaksanaannya, tim penelitian menggandeng Carbon Ethics, sebuah LSM yang bergerak di bidang konservasi padang lamun, mangrove, dan terumbu karang.
Kolaborasi ini dinilai strategis karena relevan dengan kondisi pesisir di Kepulauan Riau.
Untuk memperkuat sinergi, STIE Pembangunan juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Carbon Ethics agar program penelitian dan pengabdian terkait konservasi laut dapat berlanjut di masa mendatang.
Ketua Tim Penelitian Muhammad Isa Alamsyahbana menjelaskan bahwa penanaman kali ini melibatkan beragam unsur kampus dan mitra.
“Kami melakukan penanaman sebanyak 200 batang mangrove dengan melibatkan 65 mahasiswa dari organisasi FSI Qalbun Salim, serta dukungan dari PPDL dan Carbon Ethics,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua P3M STIE Pembangunan Tanjungpinang sekaligus anggota tim penelitian, Rachmad Chartady, menekankan pentingnya aksi nyata dalam menjaga ekosistem pesisir.
“Ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam membantu pelestarian alam, mencegah abrasi laut, dan menunjukkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan di Kota Tanjungpinang. Semoga kegiatan ini menginspirasi lebih banyak pihak untuk terus menjaga kelestarian alam,” katanya.







