Tanjungpinang – Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-23 Provinsi Kepulauan Riau, Rabu 24 September 2025 berlangsung hikmat.
Sejumlah tokoh penting Kepri berkumpul dengan nuansa baju kurung melayu antusias mengikuti paripurna yang terpusat di Ruang Sidang Utama Balairung Raja Khalid Hitam, Pulau Dompak, Tanjungpinang.
Paripurna penting itu dipimpin langsung Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, turut hadir Gubernur H. Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, jajaran Forkopimda anggota DPD RI dari Kepri, serta tokoh sentral pembentukan Provinsi Kepri Huzrin Hood.
Rangkaian acara berlangsung lancar sesuai rencana. Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian lanjut dengan tari persembahan, sebagai penghormatan kepada tamu undangan dan simbol budaya Melayu di bumi Kepri.
Momen spiritual turut mewarnai prosesi dengan pembacaan ayat suci alquran oleh qori internasional, Duduy Sadullah.
Tak kalah menarik, hadirin juga disuguhkan penayangan video kilas balik sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau, yang menyentuh sisi emosional dan menggugah semangat persatuan. Tayangan ini menjadi pengingat atas gigihnya perjuangan tokoh-tokoh daerah dalam mewujudkan pemekaran wilayah hingga terbentuknya Kepri sebagai provinsi tersendiri pada tahun 2002.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui Provinsi Kepulauan Riau.
“Hari ini adalah tanggal yang bersejarah. Kita mengenang kembali perjuangan para tokoh daerah, termasuk Bapak Huzrin Hood, yang tanpa lelah mendorong lahirnya Provinsi Kepulauan Riau. Inilah saatnya kita bersatu, menjaga semangat itu agar Kepri semakin maju,” ujarnya.
Iman juga menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas pembangunan daerah.
“Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada semua pihak yang telah menjaga kondusifitas daerah. Dengan kebersamaan dan sinergi, roda pembangunan terus berjalan demi mewujudkan Kepri yang lebih sejahtera,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Iman menegaskan soal peran DPRD bukan hanya sekadar legislasi, namun juga pengawasan yang kuat dan konstruktif terhadap jalannya pemerintahan.
“Kami berkomitmen memastikan bahwa setiap kebijakan dan program pembangunan betul-betul menjawab kebutuhan rakyat dan membawa manfaat nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan bahwa Kepri tengah berada dalam jalur pertumbuhan yang positif. Dengan capaian investasi mencapai Rp47 triliun, penurunan angka pengangguran, serta meningkatnya kualitas infrastruktur dan layanan publik, Kepri dinilai siap menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
“Kepri memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan. Kita harus menjaga momentum ini agar hasil pembangunan dirasakan merata oleh seluruh masyarakat,” ungkap Ansar.






