Bintan – Aktivitas bongkar muat di Sungai Gentong, Tanjung Uban, kembali jadi sorotan. Pada Rabu (17/9), terlihat anak buah kapal menurunkan muatan dari kapal motor kayu berkapasitas 15 GT yang datang dari Punggur, Batam. Muatan yang dibawa berupa kebutuhan pokok atau sembako.
Sekretaris Komunitas Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kecamatan Bintan Utara, Saputra, mengungkapkan bahwa aktivitas keluar-masuk kapal di Sungai Gentong kerap mengganggu nelayan setempat.
“Nelayan yang memasang bento ketam dan sondong udang merasa terganggu dengan lalu-lalang kapal di sungai. Tapi, mereka juga tidak bisa berbuat banyak karena pekerja di sana merupakan masyarakat sekitar Tanjung Uban,” ujar Saputra kepada wartawan, Tanjungpinang Pos.
Sungai Gentong selama ini dikenal sebagai salah satu ‘pelabuhan tikus’ di wilayah Bintan yang kerap digunakan untuk jalur alternatif bongkar muat barang dari Batam.







