QRIS di Kepri Sudah 524 Ribu Merchant

banner 120x600

Batam – Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), terus mengalami peningkatan khususnya di wilayah Kepri. Implementasi QRIS di Provinsi Kepri terus diperluas. Merchant QRIS di Kepri sudah diangka 524 ribu merchant.

Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kepri, Suryono, Selasa (25/6/2024) mengatakan, hasil dari pengisian Indeks ETPD Tahun 2023 menunjukkan hasil seluruh wilayah di Provinsi Kepulauan Riau telah mencapai tahap Digital.

banner 325x300

“Sampai triwulan I 2024, jumlah merchant QRIS di Kepri telah mencapai lebih dari 524 ribu merchant, dengan nominal dan volume transaksi yang juga terus tumbuh pesat,” kata Suryono.

Ia berharap, capaian ini dapat dipertahankan pada tahun ini. Kemudian, implementasi QRIS di Provinsi Kepri juga terus diperluas. Pihaknya juga memberikan rekomendasi guna meningkatkna sinergi dan inovasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kita mendorong percepatan realisasi belanja daerah (APBD dan APBN) sehingga memberikan dampak berganda bagi sektor lainnya (multiplier effect) dengan tepat sasaran dan tata kelola yang terjaga (govern),” jelasnya.

BI Kepri juga mendoron mendorong pengembangan UMKM dan Ekonomi Syariah yang inklusif sehingga dapat dengan cepat dalam mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Kemudian, mendorong industri kreatif digital serta digitalisasi transaksi baik implementasi QRIS di merchant dan fasilitas publik maupundigitalisasi transaksi Pemda melalui ETPD.

“Terakhir, kita meningkatkan sinergi lintas instansi untuk memperkuat kualitas SDM dengan memperkuat link and match antara dunia pendidikan dengan dunia kerja (BLK, Politeknik, dan LPK). Dilakukan melalui penguatan riset dan kerjasama, program Kampus Merdeka, magang, sertifikasi profesi, serta program beasiswa,” imbuhnya mengakhiri.***