Hujan Sebabkan Tanki Pertamax SPBU KDA Bercampur Air, Pertamina Bertindak

banner 120x600

Batam – Pertamina Patra Niaga, mengungkapkan masalah yang menimbulkan, Pertamax 92 di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14294721 Simpang KDA, Batam Centre, Batam, terkontaminasi air. Kondisi ini disebabkan rembesan air, hingga masuk ke tanki timbun.

Pernyataan itu disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria, Kamis (13/6/2024). Pertamina menyikapi kondisi di SPBU itu, setelah sebelumnya ada pengaduan dari masyarakat terkait pelayananan SPBU 14294721 JL Simpang KDA Batam Center.

banner 325x300

“Pasca hujan lebat menyebabkan adanya rembesan air hujan yang mengontaminasi tanki timbun produk Pertamax,” kata Susanto.

Atas kejadian itu, pihaknya sudah meminta agar pengoperasian SPBU dihentikan. Terutama untuk nozzle Pertamax 92. Sehingga kedepan, tidak merugikan masyarakat, dan segera melakukan perbaikan.

“⁠Terhadap kejadian ini Pertamina telah menginstruksikan kepada SPBU tersebut, untuk menghentikan sementara operasional dan melakukan perbaikan (tank cleaning),” tegasnya.

Diingatkan, pihak SPBU sepenuhnya bertanggungjawab atas perbaikan kendaraan yang mengalami kerusakan. Dimana, sebelumnya ada dua mobil yang mogok, karena pertamax yang diisikan ke tanki mobil, sudah bercampur air.

“⁠SPBU akan bertanggung jawab kepada konsumen dengan melakukan perbaikan terhadap kendaraan yang terdampak,” tegasnya.

Sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, melakukan penyegelan Nozzle Pertamax 92 di SPBU Simpang KDA. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau mengatakan, penyegelan dilakukan, setelah ada laporan dan pemeriksaan.

Kami sudah menguji batas ambangnya dan menguji kualitasnya. Sampai saat ini belum diketahui asal airnya. Tapi dari bukti yang ada di SPBU ini ada kebocoran. “Jadi sementar kita hentikan dulu operasionalnya. Khusus untuk satu Nozzle saja. Kita juga sudah memanggil Pertamina, agar tidak terulang,” imbuhnya.***