Batam – Kepala Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), meminta Pemerintah mengembangkan pariwisata dan UMKM di Lingga serta Natuna. Dua sektor itu dinilai, bisa mengangkat ekonomi dua daerah, yang memiliki pertumbuhan ekonomi paling rendah di Kepri itu.
Himbauan itu disampaikan Kepala BI Kepri, Rony Widijarto P, Kamis (25/6/2026), saat bincang santai dengan media di kantor BI Kepri. “Di Kepri, Lingga dan Natuna yang rendah pertumbuhan ekonominya,” kata Rony.
Sebagaimana disampaikan, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 di Lingga, persen per tahun. Sementara share PDRB/Distribusi ADHB Lingga, hanya 1,56 persen per tahun. Sementara untuk triwulan I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Lingga sekitar 4,84 persen.
“Perlu didorong dari ekonomi, karena disana bisa dibangun sektor UMKM dan pariwisata. Lingga memiliki potensi pariwisata yang prospek bagus. Demikian dengan UMKM yang bisa kita dorong,” harapnya.
Diakui, selain Batam dan Bintan yang memiliki potensi pariwisata, Lingga, Natuna dan Anambas juga memiliki potensi pariwisata yang tinggi. Dimana, selain alam Lingga, juga sejarah dan budaya Lingga juga potensial.
“Itu sejalan dengan UMKM, walau tahun ini UMKM memiliki tantangan yang tidak mudah,” bebernya.
Menurut Rony, penguatan sumber pertumbuhan ekonomi baru perlu terus diakselerasi untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor-sektor utama dan memperluas dampak pertumbuhan bagi masyarakat. Pengembangan pariwisata dan peningkatan nilai tambah UMKM menjadi salah satu strategi penting, terutama melalui penguatan produk unggulan daerah, promosi kuliner dan destinasi wisata, serta peningkatan keterhubungan UMKM.
Pengembangan UMKM tersebut juga perlu menjangkau wilayah kepulauan dan hinterland secara lebih inklusif. Dalam kaitan ini, pemetaan dilakukan terhadap UMKM subsisten pada wilayah prioritas penguatan inklusi ekonomi antara lain Kabupaten Lingga, Natuna, dan Kepulauan Anambas.
“Penjajakan tersebut diarahkan untuk mengidentifikasi komoditas dan produk unggulan, kebutuhan peningkatan kapasitas, potensi korporatisasi, akses pembiayaan, kesiapan digitalisasi, serta peluang perluasan akses pasar,” jelasnya lagi.
BI Kepri terus berkontribusi dalam mengakselerasi pengembangan UMKM melalui tiga pilar utama, yaitu korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pembiayaan. Rangkaian Road to Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026 mencakup inkubasi Tenun Karimun dan Kreasi Tudung Manto Lingga, onboarding digital UMKM, kurasi produk unggulan, peningkatan kualitas dan standardisasi produk, serta fasilitasi promosi dan temu bisnis.
“Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM sekaligus memperkuat keterhubungannya dengan industri dan pasar yang lebih luas,” jelasnya.
– ASPPI Kepri Dorong Destinasi Wisata Unggulan
Ketua DPD ASPPI Kepri, Justitia Primadona mengatakan, dalam upaya mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah, ASPPI DPD Kepulauan Riau melaksanakan kunjungan kerja sekaligus familiarization trip (famtrip) ke Kabupaten Lingga pada tanggal 22 hingga 24 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan berbagai potensi wisata yang dimiliki Negeri Bunda Tanah Melayu kepada para pelaku industri pariwisata.
Kabupaten Lingga dikenal memiliki kekayaan alam yang memukau, budaya Melayu yang masih terjaga, serta keramahan masyarakat yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Selain itu, Lingga memiliki nilai sejarah yang sangat penting karena pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Johor, Pahang, Riau, dan Lingga, salah satu kerajaan Melayu terbesar yang berpengaruh di kawasan Nusantara dan Semenanjung Malaya. Berbagai peninggalan sejarah kerajaan tersebut masih dapat ditemukan dan menjadi daya tarik wisata sejarah yang unik bagi para pengunjung.
Akses menuju Kabupaten Lingga saat ini semakin mudah. Wisatawan dari Kota Batam dapat menggunakan kapal ferry melalui Pelabuhan Domestik Telaga Punggur menuju Pelabuhan Sei Tenam, Daik Lingga. Sementara itu, wisatawan yang berangkat dari Kota Tanjungpinang dapat menggunakan transportasi laut melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) menuju Kabupaten Lingga. Kemudahan akses ini menjadi salah satu faktor pendukung meningkatnya kunjungan wisatawan ke Negeri Bunda Tanah Melayu.
Selama kunjungan, rombongan ASPPI DPD Kepri mengunjungi sejumlah destinasi unggulan Kabupaten Lingga, di antaranya Tugu Khatulistiwa, Masjid Jami’ Sultan Lingga, panorama Gunung Daik, Museum Linggam Cahaya, Balai Adat Melayu, Tapak Istana Damnah, sentra kerajinan tenun khas Lingga, Air Terjun Resun, serta menikmati keindahan matahari terbenam di Pelabuhan Tanjung Buton. Selain itu, peserta juga berkesempatan menikmati kuliner khas daerah, termasuk Kopi Balang yang menjadi salah satu ikon kuliner Kabupaten Lingga.
Dalam pertemuan bersama rombongan ASPPI DPD Kepri, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga, Harpiandi menyampaikan, saat ini Lingga telah semakin siap dalam menyambut kedatangan wisatawan. Kesiapan tersebut didukung oleh akses transportasi yang semakin baik, ketersediaan homestay dan akomodasi yang memadai, serta beragam kuliner khas Lingga yang siap memanjakan lidah para pengunjung.
“Kami optimis Lingga telah cukup siap untuk menerima kunjungan wisatawan. Infrastruktur pendukung pariwisata terus kami tingkatkan, mulai dari transportasi, penginapan berbasis masyarakat, hingga pengembangan kuliner khas daerah sebagai bagian dari pengalaman wisata yang autentik,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga.***
