HMNI Kepri Mantapkan Barisan, Kepengurusan Bintan dan Tanjungpinang Siap Bergerak

Ketua DPD HMNI Kepri, Ravi Azhar saat menyerahkan rompi secara simbolis kepada Ketua HMNI Bintan Hasriawady dan HMNI Tanjungpinang Andry. (foto: Humas HMNI Kepri/istimewa).
banner 120x600

Tanjungpinang – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Provinsi Kepulauan Riau terus menunjukkan soliditas gerakan organisasi dengan resmi terbentuknya kepengurusan HMNI Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang.

‎Pembentukan kepengurusan tersebut dilaksanakan dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Pujasera A8 Pinang Harmoni Square Kilometer 7, Kota Tanjungpinang, pada Sabtu, 31 Januari 2026.

banner 325x300

‎Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan struktur organisasi HMNI di tingkat kabupaten dan kota di wilayah Kepulauan Riau.

‎Prosesi penunjukan pengurus baru ditandai dengan penyerahan rompi HMNI yang dipasangkan langsung oleh Ketua DPD HMNI Kepri, Ravi Azhar.

‎Penyerahan rompi tersebut disaksikan oleh seluruh jajaran pengurus HMNI, mulai dari tingkat provinsi hingga perwakilan kabupaten dan kota lainnya.

‎Untuk Kabupaten Bintan, kepengurusan HMNI resmi dipimpin oleh Hasriwady yang akrab disapa Gentong sebagai ketua.

‎Sementara itu, kepengurusan HMNI Kota Tanjungpinang dinahkodai oleh Andry yang dipercaya memimpin dan mengoordinasikan perjuangan nelayan di wilayah kota Tanjungpinang.

‎Ravi Azhar menjelaskan bahwa terbentuknya dua kepengurusan baru ini diharapkan dapat memperkuat peran HMNI sebagai wadah perjuangan nelayan di daerah.

‎Ia menambahkan penguatan struktur organisasi merupakan langkah strategis agar HMNI lebih dekat dengan masyarakat nelayan dan mampu merespons persoalan di lapangan secara cepat dan tepat.

‎”Dalam momentum rapat yang bertepatan dengan peringatan Hari Nelayan 2026 tersebut, Ravi Azhar menekankan pentingnya kebersamaan dan konsistensi seluruh pengurus,

‎Ia meminta seluruh pengurus HMNI di tingkat kabupaten dan kota untuk terus bergandengan tangan dalam memperjuangkan nasib nelayan di Kepulauan Riau, “jelasnya.

‎Selain itu, Ravi Azhar juga menyoroti pentingnya pemanfaatan sumber daya kemaritiman secara optimal dan berkelanjutan demi kesejahteraan nelayan.

‎“Saya sangat mengapresiasi banyaknya masukan terkait perjuangan membela nasib nelayan, Tentu hadirnya pengurus dari Bintan dan Tanjungpinang otomatis membawa energi baru ke depan,” ujar Ravi Azhar dalam sambutannya.

‎Ia menilai, semangat dan gagasan dari kepengurusan baru akan menjadi kekuatan tambahan bagi HMNI Kepri dalam menjalankan program-program organisasi.

‎Ravi Azhar juga berharap kepengurusan HMNI di Bintan dan Tanjungpinang mampu segera bergerak dan menyusun agenda kerja yang menyentuh langsung kebutuhan nelayan.

‎Dalam kesempatan tersebut, HMNI Kepri juga membahas rencana peringatan Hari Nelayan yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada April 2026 mendatang.

‎Sejumlah rangkaian kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan peringatan tersebut, dengan melibatkan nelayan dan masyarakat pesisir, Selain lomba mancing, HMNI Kepri juga merencanakan kegiatan seminar kemaritiman sebagai ruang diskusi dan edukasi bagi nelayan.

‎Kegiatan sosial berupa donor darah juga akan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Nelayan 2026.

‎Seluruh rangkaian kegiatan tersebut direncanakan akan dipusatkan di kawasan Senggarang, Kota Tanjungpinang