Hai Wai apa kabar ? Ketika bongkar bongkar simpanan naskah dan manuskript karya penulis Kepri , saya menemukan manuskript Sejarah Kepulauan Riau. Ditulis tahun 2009, tak tahu siapa yg nulis.
Tap yang punya kerja adalah Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kepri . Lalu saya ingat tanggal 24 September 2024 nanti ulang tahun provinsi Kepri ke 23.
Biasanya menjelang ultah Kepri itu ramai cerita tentang sejarah perjuangan pembentukan propinsi.
Cerita demo, cerita jatuh bangun para tokoh nya memperjuangkan ujudnya propinsi ini, cerita tasa kecewa dan kritik atas kebijakan hasil pembangunan.
Tapi yang nyaris tak terdengar bagaimana cerita persiapan awal pemerintahan propinsi. Yg selaku disebut, ibukota pertamanya di Batam, pj gubernur nya Ismet Abdullah , pj sekda nya TS Jakfar. Tapi siapa karyawan yang mula mau bergabung di kantornya.
Kebetulan kemaren saya dapat cerita bahwa ternyata ada 14 orang karyawan awal ketika kantor Gubernur Kepri itu mulai berfungsi.
Kononnya kantornya cuma 3×4 meter di gedung Amex di dekat kantor BP Otorita Batam ( mungkin karena Pj Gubernurnya Ismed Abdullah itu Sebelumnya Kepala Otorita Batam. ) Kantor sempit, Meja beberapa buah dipakai bersama.
kursinya kursi plastik yang tiap minggu harus ditumpuk susunannya karena melar dan penyok. Gimana kantor itu dibiayai ? sudah ada anggaran ? Ada 1,5 M dari propinsi induk ( Riau ). Belum ada APBD karena ketika mulai berkantor itu bulan Juli 2004. Gaji keempat belas orang itu masih dibayar kantir asalnya .
Terutama dari Pemko Batam katena dari sanalah sebagian besar asal para karyawan tersebut. Bgm dengan fana sebesar itu untuk operasional ? Ya pandai pantai lah .
Kerja harus jalan. Tahun 2005 baru ada APBD . Tapi luar biasa semangat hasil kerja ke 14 otang itu. Mereka berhasil mendapat anggaran bahagian dari pajak kenderaan bermotor dari propinsi induk, meskipun nyaris ngemis Mereka juga berhasil mengurus dana bagi hasil minyak.
Mulanya cuma diberi 120 M , tapi mereka berhasil berjuang dan dapat 1,8 T meskipun sempat diusir usir dan ditolak untuk berurusan dengan pihak SKK Migas dan ditolak mengunjungi Rig minyak di Laut Natuna untuk proses pengajuan tambahan bagi hasil, sehinggas mereka yang mengurus terpaksa mengancam dengan opsi Kepri Merdeka , meniru cara Riau mendapat bagi hasil dengan opsi Riau Merdeka dan menduduki pelabuhan minyak di Dumai.
Dengan dana bagi hasil 1,8 T lah misalnya kantor gubernur di Dompak dibangun. Bikin jembatan dll. Dimana sakarang para pejuang pertama yang mengisi prmerintahan propinsi Kepr itu ? Jadi apa mereka sekarang ? Masih menjabat atau sudah pensiun.
Apa pernah dapat penghargaan srbagai pejuang Propinsi Kepri ? Atau jangan jangan tak diperhatikan lagi dan sudah tersingkir , tak dapat jabatan apa apa, tak usahkan cincin emas 24 karat seberat 10 gram seperti yg diterima para pejuang provinsi Kepri.
Tragis nya ya kalau sampai begitu. Selamat menyambut ulang tahun , Kepri. Berjaya selalu tapi jangan lupa kan sejarah. Kuwalat.
