Hari ini 24 September 2025, kita memperingati Hari Jadi ke-23 Provinsi Kepulauan Riau. Penetapan tanggal itu sebagai hari jadi provinsi ini bersempena dengan peristiwa disahkannya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2002, (UU 25/2002) tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.
Ketika mengingat hari bahagia itu, sekejap rasanya hilang segala risau dan galau.
Pengesahan UU 25/2002 itu tentulah dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada tanggal dan bulan yang sama 19 tahun silam, tepatnya Selasa petang. Walau pemerintahannya baru diresmikan lebih kurang dua tahun kemudian, 1 Juli 2004, Undang-undang tentang pembentukan provinsi ini lebih dulu disahkan.
Kenangan yang paling indah yang terekam di minda dan dibenarkan oleh hati saya adalah ini. Ada dua peristiwa di tempat yang sama.
Pertama, di dalam Ruang Rapat Paripurna DPR RI ketika Wakil Ketua DPR ketika itu, Tosari Widjaya, yang memimpin rapat mengetukkan palu tanda disetujuinya Kepulauan Riau menjadi provinsi.
Sungguh peristiwa yang mengharukan kami yang memenuhi ruang itu mengingat begitu berliku-likunya perjuangan untuk membentuk provinsi ini.
Tak ada kata dan kalimat yang tepat untuk melukiskan keharuan, kegembiraan, dan kebahagiaan itu, kecuali ditunjukkan dengan isak-tangis, pekik Allahu Akbar yang membahana, dan sujud syukur.
Kedua, ketika kami memasuki Masjid Baitul Rahman di Kompleks Gedung DPR/MPR RI untuk melaksanakan shalat Magrib. Rutinitas beribadah shalat wajib itu, petang itu, kami mulakan dengan kembali melakukan sujud syukur sekali lagi.
Mengetahui kebahagiaan itu, sebagian besar jamaah masjid menyalami kami dan mengucapkan tahniah. Hati siapakah yang tak berbunga-bunga? Itulah klimaks dari perjuangan bersama rakyat kepulauan riau yang paling membanggakan.
Ibarat kata pepatah, ‘langkah serentak, dayung serempak,’ yang penuh rintangan dan hambatan sejak 15 mei 1999, ketika ikrar itu dikumandangkan.
Bahkan, lebih jauh lagi jika dihitung upaya-upaya yang pernah dilakukan oleh generasi terdahulu, tetapi terus saja gagal. Agaknya pula, itulah puncak dari kebersamaan dan kebahagiaan bersama, yang sangat sulit disanding dan dibandingkan dengan hari demi hari yang dilalui kemudian.
Memang benar kata orang tua-tua, “Sekali air bah, sekali pantai berubah,” biasalah!
Pada setiap Peringatan Hari Jadi, saya selalu tenggelam dalam luapan emosional 19 tahun silam. Kalau tak semua, setidak-tidaknya sebagian dari kawan-kawan yang lain pun, saya yakin, diliputi perasaan yang sama.
Takkan pernah ada acara Peringatan Hari Jadi di mana pun itu dilaksanakan seandainya perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau yang dimulai 22 tahun silam itu gagal. Takkan ada wajah-wajah yang penuh ceria yang memenuhi ruang dan lapangan peringatan jika perjuangan itu tak membuahkan hasil.
Bahkan, wajah-wajah yang ketika perjuangan yang dilancarkan dahulu sangat cemberut, masam, juga garang melawan malah kini terlihat jauh lebih bercahaya. Memandang tempat peringatan yang dihias meriah, saya jadi berpikir, mungkinkah hadirin boleh tersenyum merekah seandainya Provinsi Kepulauan Riau gagal diperjuangkan?
Terlepas dari semua fenomena yang kadang-kadang menggelihatikan itu, capaian matlamat pembentukan Provinsi Kepulauan Riau harus digesa dan ditingkatkan terus.
Kesejahteraan masyarakat secara merata yang tersimpul pada tiga pilar: peningkatan pendapatan keluarga, pemerolehan pendidikan yang lebih baik dan mudah, pelayanan kesehatan yang lebih selesa harus menjadi perhatian utama oleh sesiapa pun yang memimpin negeri ini.
Saya percaya bahwa pasti akan ada hidayah, inayah, dan rahmat dari Allah bagi para pemimpin yang memperjuangkan matlamat mulia itu walau apa pun cabaran yang dihadapi. Sebaliknya pula, kealpaan yang satu akan menjemput kealpaan yang lain. Itu janji-Nya, yang cepat atau lambat pasti terbukti, kita percaya atau tidak.
Pasalnya, kesemuanya ini amanah rakyat yang disaksikan oleh Sang Khalik.
Jika sungguh diyakini, semangat seiya-sekata, seaib-semalu, dan senasib-sepenanggungan yang bersebati dalam perjüangan dahülu akan bangkit kembali.
Keyakinan itu nescaya akan meniupkan roh yang lebih hebat dan suci jika diterapkan dalam pembangunan daerah ini. Selamat berhari jadi negeriku, negeri kita, negeri bahari. Dirgahayu Provinsi Kepri.
oleh: jantungmelayu
