Tanjungpinang – Anggota DPRD Kepulauan Riau Dapil Tanjungpinang melakukan inspeksi mendadak (Sidak), ke SMA Negeri 2 Tanjungpinang soal aduan orangtua murid terkait tutupnya kantin siswa.
Pantauan media ini, anggota DPRD Kepri yang hadir Teddy Jun Askara (TJA), Bobby Jayanto, Rudy Chua, Ismiyati, dan Clara Claudia Damayu Lase.
Para legislator Kepri itu memberi ultimatum kepihak sekolah agar awal September mendatang semua aktivitas kantin sekolah kembali dibuka kembali.
Dalam pertemuan terbatas dengan Kepala SMAN 2 Tanjungpinang Karyadi, legislator TJA, Bobby Jayanto, menuturkan alasan penutupan kantin hingga membuat para siswa berani pesan makanan dari luar tersebut sangat memperihatinkan.
“Ini sangat memperihatinkan, pesan makanan lewat gojek, bahaya higienisnya untuk kesehatan anak-anak,” tegas Bobby Jayanto.
Tidak hanya Bobby, legislator golkar TJA pun menegaskan ketidaksetujuan soal adanya pihak ketiga yang ditunjuk Kepsek untuk mengelola kantin tersebut.
“Saya sangat tidak setuju dengan adanya penunjukan pihak ke tiga yang mengelola kantin tersebut. Itu sudah bisnis, saya minta di kembalikan lagi ke pihak sekolah. Kalau bayar ke retribusikan itu bisa via transfer, tidak ada alasan,” tambah TJA.
TJA meminta agar Kepsek jangan menyulitkan orangtua apalagi para siswa. “Saya minta September ini sudah dibuka kantin tersebut,” timpalnya.
Tidak hanya TJA, hal senada juga disampaikan Rudy Chua dan Ismiyati. “Saya cukup salut dengan Kepsek, penutupan kantin itu selain alasan renovasi, masalah pengurangan sampah, biar lingkungan sekolah bersih. Tapi masalahnya, ribuan anak yang belanja diluar, memberatkan wali murid,” tambahnya.
“Kalau dari saya kalau soal sampah karena polisi, limbah kantin, kan ada program bank sampah, tidak ada alasan berbasis sekolah. Saya minta ke depan harus ada pengelolaan yang terstruktur. Pendidikan ini harus mencakup semua kehidupan termasuk siswa,” timpal Ismiyati.
Kepala SMAN 2 Tanjungpinang Karyadi, menyikapi soal keluhan kantin tutup sampai enam bulan ke depan. Ia menyampaikan persoalan itu karena ada renovasi gedung kantin. Bahkan masalah program pengurangan sampah itu tidak direncanakan.
“Kami memahami keluhan orangtua murid terkait kantin tersebut, insyaAllah September awal, kalau perlu besok sudah bersih, dibuka,” tutupnya.






