Masalah Kelangkaan Beras, Masyarakat Menjerit Hingga Protes Bupati Tidak Sesuai Janji

banner 120x600

Karimun – Kelangkaan beras kembali memicu keresahan di tengah masyarakat Kabupaten Karimun.

Sejumlah warga di kawasan Pasar Puan Maimun, Karimun, Masdi mengaku kecewa karena janji pemerintah daerah yang sebelumnya memastikan ketersediaan beras dengan harga terjangkau, hingga kini belum terealisasi.

banner 325x300

Warga ini mengaku, dirinya merasa dikhianati oleh janji politik Bupati yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

“Kami hanya butuh beras dengan harga yang wajar, bukan sekadar janji,” ujarnya dengan nada kecewa, Rabu 20 Agustus 2025.

Keluhan serupa datang dari pedagang warung kopi di Kecamatan Meral, Ahmad,  mengaku kesulitan mendapatkan pasokan beras murah, sehingga berdampak langsung pada harga jual makanan di warung mereka.

Kondisi ini menambah beban ekonomi masyarakat kecil yang sudah lebih dulu tertekan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan memberikan solusi nyata agar kebutuhan pokok, khususnya beras, dapat kembali tersedia dengan harga yang dapat dijangkau semua kalangan.

 

Berikut pokok-pokok janji politik yang pernah Ing Iskandarsyah-Roky Bawole sampaikan:

 

Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Mendorong ekonomi berbasis maritim, pariwisata, dan UMKM.

Memperluas lapangan kerja baru, terutama bagi generasi muda.

Memberdayakan nelayan dan pelaku usaha kecil agar lebih berdaya saing.

Pendidikan dan Kesehatan

Memberikan akses pendidikan yang lebih merata hingga pelosok desa.

Program beasiswa untuk anak berprestasi dan kurang mampu.

Peningkatan fasilitas kesehatan di puskesmas dan rumah sakit, termasuk layanan kesehatan gratis/terjangkau bagi masyarakat kecil.

Pembangunan Infrastruktur

Peningkatan akses jalan desa, transportasi antar pulau, serta jaringan internet.

Mendorong pembangunan infrastruktur yang menunjang investasi dan distribusi ekonomi.

Tata Kelola Pemerintahan

Mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.

Mendekatkan pelayanan publik ke masyarakat dengan sistem pelayanan cepat dan digitalisasi layanan.

Pembangunan Sosial & Kebudayaan

Menjaga kerukunan masyarakat yang beragam.

Melestarikan budaya lokal dan mengembangkan potensi pariwisata berbasis kearifan lokal.

Lingkungan Hidup

Menjaga kelestarian laut, hutan mangrove, dan wilayah pesisir.

Program pengelolaan sampah dan kebersihan kota untuk menunjang pariwisata serta kesehatan masyarakat.