Kepala BI Kepri Sebut, Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi Baik

banner 120x600

Batam – Upaya dalam pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sudah berjalan baik. Kondisi itu semakin baik, dengan didukung pertumbuhan ekonomi yang dinilai membuahkan hasil. Dimana, inflasi dilahirkan makanan, minuman, listrik, air dan lainnya.

Kondisi perekonomian itu diungkapkan Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Suryono, Selasa (25/6/2024) di Batam, pada diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi dan Kajian Fiskal Regional Provinsi Kepri. Diungkap, pertumbuhan ekonomi di Kepri, mengalami peningkatan.

banner 325x300

“Pada triwulan I tahun 2024, sudah mencapai 5,01 Persen (yoy). Presentase itu meningkat dari triwulan sebelumnya,” kata Suryono.

Disebutkan, untuk triwulan I itu, pertumbuhan ekonomi Kepri, yang tertinggi kedua di Sumatera. Pertumbuhan ekonomi itu disebut, sebagai pertanda keberhasilan upaya yang dilakukan dalam pengendalian inflasi.

“Upaya yang dilakukan untuk mengendalikan inflasi, membuahkan hasil yang baik. Sehingga, mendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Sementara terkait dengan inflasi, diaku masih terkendali. Hanya saja, disampaikan jika untuk indeks harga konsumen (IHK) di Provinsi Kepri, Mei 2024 mencapai 0,37% (mtm) atau lebih tinggi dari bulan April sebesar 0,06%.

“Inflasi ini bersumber dari peningkatan harga pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau. Kemudian, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya,” terangnya.

Kemudian, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga, dengan inflasi masing-masing sebesar 1,60% (mtm), 0,88% (mtm), dan 0,09% (mtm). “Sementara untuk inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga pada Kelompok Transportasi yang mengalami deflasi sebesar 0,16% (mtm),” beber Suryono.***