Batam – Sinar Danandjaya mulai menjalankan tugas sebagai Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepri. Diawal penugasannya dari Jawa Tengah ke Provinsi Kepri, ia mengingatkan dua dari 44 BPR di Kepri, untuk memenuhi modal inti. Kemudian, melakukan pengawasan terhadap 14 pergadaian yang ada di Kepri.
Demikian disampaikan Sinar Danandjaya, Kamis (13/6/2024) di Batam, didampingi mantan Kepala OJK Kepri yang digantikannya, Rony Ukurta Barus. Saat ini diungkapkan, ada 46 BPR sebagai industri jasa keuangan (IJK) di Kepri dan dua diantaranya yang syariah.
“Tapi ada juga dua IJK yang kita berikan peringatan, terkait dengan modal inti,” katanya.
Dimana, untuk modal inti, BPR harus memiliki modal Rp6 Miliar. “Kita sudah menerapkan standar akutansi untuk BPR. Kita sampaikan, perbankan harus memenuhi modal inti Rp6 miliar, paling lambat akhir tahun. Kalau tidak, diminta konsolidasi,” ujarnya mengingatkan.
Pihaknya berharap, keberadaan BPR di Kepri, akan membantu masyarakat. Untuk itu, OJK baru mengeluarkan roadmap BPR. “OJK baru mengeluarkan roadmap BPR yang tangguh, untuk masyarakat dan UMK. Agar terintegrasi dalam tata kelola, perbaikan menejemen resikonya,” ungkapnya.
Disebutkan, sebagai Ketua OJK Kepri yang baru, pihaknya akan memperkuat sosialisasi, dalam menjaga stabilitas keuangan di Kepri. Pihaknya ingin melanjutkan penguatan kebijakan Kepala OJK yang digantikannya, untuk menjaga kepentingan konsumen.
“Menjadikan IJK sebagai pilar petumbuhan ekonomi. Kita juga mendorong pertumbuhan pasar modal. Kita dorong investor retail, agar masuk pasar modal. Sehingga tidak terpengaruh gejolak ekonomi global,” harapnya.
Selain itu, pihaknya saat ini sedang memperkuat pengawasan terhadap pergadaian di Kepri. Saat ini di Kepri, ada 14 lembaga pergadaian (bukan pegadaian). “Sekarang, kita mendapat tambahan wewenang, untuk mengawasi 14 pergadaian juga. Yang Pasar Modal ada lima emiten,” terangnya.
Sementara Rony Ukurta Barus, yang akan bertugas di OJK Bali mengatakan, generasi Z atau Gen Z yang masuk pasar modal, terus berkembang. Kedepan, diharapkan pertumbuhan itu akan terus meningkat, dalam memperkuat perekonomian Kepri dan Indonesia.
“Kalau saya lihat, gen Z sebagai generasi yang dilahirkan di era digital, cukup eksis di pasar modal. Mereka generasi di era digital, melek teknologi,” kata Rony.(mbb)
