Indeks
Utama  

Gedung Daerah Bernilai Miliaran Rupiah Hanya Dipakai Berlibur

Natuna (TP) – Pembangunan Gedung Daerah Kabupaten Natuna bernilai kurang lebih 54 miliar, yang dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tersebut terlihat sepi dari aktifitas dan terkesan tidak berpenghuni.

Pembangunan gedung yang dimulai sejak tahun 2017 sampai 2020 silam, dahulu sempat menjadi ikon menarik bagi masyarakat Natuna untuk melihat langsung kemegahan yang perlihatkan mulai dari halaman depan hingga pekarangan rumah dengan berdirinya tiang-tiang besar dan fasilitas mewah.

Namun seiring berjalannya waktu semenjak pergantian kepemimpinan, rumah dinas bupati itu terlihat jarang ditempati. Dan hanya sesekali digunakan untuk sejumlah acara hari besar nasional.

“Dulu gedung daerah itu sering dikunjungi masyarakat setiap malam harinya, hanya untuk melihat sejumlah ikon menarik yang disajikan dihalaman gedung itu,” kata Ika warga Ranai, Jumat, (28/4/2023).

Ia mengatakan, sejak selesai dibangun gedung ini banyak warga dimanjakan dengan lokasinya yang sangat menyejukkan hati disaat malam hari. Namun sekarang terlihat sepi dari aktifitas didalamnya.

“Dulu setiap malam kami sekeluarga selalu datang kesini mulai dari kantor bupati sampai kerumah rumah dinas bupati dan melihat keindahan lampu dan atraksi air mancur. Tapi sekarang sudah malas karena tidak ada lagi yang ingin dilihat,” kenangnya.

Sementara Sekda Natuna Boy Wijanarko mengaku, bahwa rumah dinas tersebut masih sering digunakan oleh Bupati Natuna ketika diwaktu hari libur kerja.

“Jadi untuk rumah dinas bupati itu masih sering ditinggali oleh Bupati, dan untuk tamu penting sekelas menteri jika ingin bermalam kita siapkan juga rumah tersebut,” paparnya.

Saat ditanya apakah sejumlah pejabat diwilayah Kepri termasuk tamu penting dan dapat menempati rumah dinas tersebut, ia mengatakan bahwa peruntukan rumah dinas itu hanya untuk menteri dan Guest House (Rumah Tamu) merupakan penginapan. Guest house ini berbeda dengan hotel, hostel, atau bahkan losmen, tempat untuk bermalam dan beristirahat dengan menyediakan fasilitas menginap yang sederhana layaknya rumah sendiri.

“Rumah dinas itu diperuntukkan untuk menteri karena ada juga beberapa guest house nya untuk para ajudan menteri. Namun sampai sekarang belum ada menteri yang menginap,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan media ini, pembangunan gedung daerah yang dibangun sejak tahun 2017 hingga tahun 2020 tersebut telah menelan anggaran sekitar 54 miliar kini terkesan dibiarkan begitu saja. Laporan (Hardiansyah).

Exit mobile version