Indeks
Utama  

Mereduksi Subsidi Menuju City Gas, Pelanggan Lama Puas dan Pelanggan Baru Antusias

Kegembiraan Yetri Yanti saat kompor masaknya tersambung dengan Jargas di kediamannya, Legenda Bali, Batam. f-martua

Swasembada energi menjadi program pemerintah, yang mendapat sambutan masyarakat Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Program yang jaringan gas (Jargas) Batam, mendapat sambutan. Dari target sambungan 10 ribu pelanggan baru di Batam tahun 2026, 18ribu calon pelanggan jaringan gas (Jargas), sudah mendaftar. PGN menargetkan, 34 ribu sambungan rumah tangga pada tahun 2027. PGN menerima penugasan membantu mayarakat dan menetapkan Batam sebagai city (kota) gas.

Laporan: Martua, Batam

Tiga pria mendekati pagar rumah, di Perumahan Legenda Bali, Blok D6, Batam Kota, Batam. Mereka menyahut untuk ijin masuk, sebelum akhirnya, seorang perempuan paruh baya keluar rumah. Ia kemudian membukakan pintu pagar rumah bercat putih itu.

Mereka ada Humas PGN Batam, Dendi Denintama, kemudian City (kota) Gas Customer Management Sales PGN Area Batam Gindo Panjaitan dan City Gas Sales PGN Area Batam, Rommel Simanjuntak.

Petugas PGN Batam yang datang untuk mengecek kondisi jaringan sekaligus, menjelaskan tata cara cara efektif untuk menggunakan energi gas bumi. Kemudian, memberikan petunjuk cara mematikan meteran gas diluar serta menggunakan kompor gas dengan baik, Senin (21/9/2026) kepada seorang ibu rumah tangga diteras rumah bercat putih ini.

Ibu pemilik rumah itu bernama Yetri Yanti (51). Sambil mengikuti penjelasan petugas PGN, ia terlihat mendengar dengan sesekali melempar pertanyaan. “Dulu saya takut pakai Jargas ini, karena sosialisasi tak ikut. Jadi tak tahu gimana. Cuma tahu ini program yang baik, jadi saya ikut,” katanya.

Atas ketidak hadiran Yanti itu, maka PGN Area Batam, kemudian datang. PGN memilih untuk menjemput bola, dengan mendatangi kediaman konsumen itu.

“Dua minggu lalu, waktu dipasang, saya tidak dirumah pak. Saya pulang kerumah, sudah terpasang,” kata Yanti kearah petugas PGN.

Di dinding rumahnya, pagar rumah Yanti terlihat stiker persegi dengan tulisan, Gas Kita, rumah ini memiliki gaya hidup baru, modernsasi pemakaian gas. “Selama ini gas kiloan. Sekarang nggak kesana-kemari lagi ya pak?,” ujar Yetri lagi, yang disambut anggukan dari petugas PGN.

Yetri yang memiliki satu anak yang sedang sekolah, mengaku kerap berkeliling untuk mencari LPG 3kg. Kesulitannya saat sedang memasak pagi hari, tiba-tiba gas habis, ia harus keliling untuk mencari LPG.

Ia harus menyiapkan makanan sarapan dan makan dibawa anak kesekolah dan suaminya ketempat kerja. Sementara untuk pangkalan gas, berjarak lebih dari 100 meter dari rumahnya.

“Kalau gas di pangkalan habis, kita harus keliling cari. Pangkalan gas di perumahan ini juga harus kedepan,” bebernya.

Kini, kemudahan dalam mendapat energi gas untuk memasak, sudah dinikmati dalam dua minggu. Perumahan Legenda Bali baru mendapat sambungan pipa Jargas ke rumah, selama dua minggu.

“Kalau harga gas ini gimana pak? Kemarin tidak ikut sosialisasi sebelum pemasangan,” tanyanya lagi.

Dari perbincangan dengan petugas PGN itu, terungkap jika harga Jargas, Rp10 ribu per meter kubik. Yetri menilai angka itu cukup murah, termaksud dibandingkan dengan harga LPG subsidi 3kg.

“Karena kita tidak perlu sibuk cari gas dan harganya murah ini. Pokoknya, terima kasih pak PGN,” ujarnya sambil melempar senyum kearah petugas PGN.

Br Hutasoit saat menghidupkan kompor gas dirumahnya, Batuaji, Batam, setelah Jargas dipasang PGN. f-martua

– Pelanggan Lama Puas

Pelanggan PGN Batam, yang sudah satu tahun menikmati Jargas, Thomas Simbolon dan istrinya boru Hutasoit juga masih menikmati kehidupan dengan dukungan Jargas. Pemilik warung dan dulu sempat menjual LPG 3kg, di Perumahan Rosinton, Sagulung, Batam, tidak pernah mengeluh terkait dengan Jargas.

Ibu Hutasoit ini tidak mengeluh, saat salah satu usahanya, jualan LPG-nya harus dilupakan. Kini lebih fokus jualan teh, kopi, susu, mie goreng atau mie kuah dan jajanan anak-anak di warungnya.

Warung ini berada disamping rumahnya. Suaminya membangun warung sederhana, dengan memanfaatkan hook kediamannya.

“Sekarang sudah tenang dirumah. Tak sibuk lagi mencari LPG subsidi, kalau diwarung habis. Dulu, pelanggan datang mau mengopi, kita kadang tiba-tiba harus cari gas. Sekarang, tinggal klek kompor gas, langsung masak air panas,” jelasnya.

Selama lebih satu tahun menggunakan LPG, tidak ada kedengaran suara teriak gas habis. Sambungan baru dirumahnya diluncurkan, 20 Mei 2025 lalu.

Kini, group chat warga perumahan ini juga tidak ada lagi keluhan kehabisan gas. Mereka lebih fokus mengurus keluarga dan pekerjaan, karena tidak ada lagi urusan kelangkaan energi.

Dengan pengalamannya menggunakan gas, diakui tidak ada kendala berarti. Tagihan penggunaannya juga tidak besar. Ia hanya membayar tagihan bulanan sekitar Rp70 sampai Rp100 ribu.

“Pemakaian sekitar 7 m3 sampai 10 m3. Per meter, 10 ribu, karena pelanggan baru tahun ini. Jadi biaya hidup kita juga turun dan tidak ada lagi keluhan kelangkaan gas,” cerita istri karyawan industri galangan kapal di Tanjung Uncang, Batam ini.

Kalau pelanggan lama, seperti tahun 2018, lebih murah lagi. Saudaranya di Batam center yang pelanggan lama Jargas, hanya Rp19 ribu sampai Rp240 ribu per bulan. Harga itu tergolong murah karena masih dikenakan tarif lama.

“Tarif gas mereka hanya Rp6 ribu per meter kubik,” ceritanya mengakhiri.

Gindo dan Dendi saat menjelaskan penggunaan gas bumi dan meteran gas Jargas. f-martua

Ditempat yang sama, petugas PGN, Gindo yang kerap turun kelapangan, membenarkan Hutasoit. Gindo dan Dendi juga yang turun kerumah Yanti dan Hutasoit.

Mereka juga aktif komunikasi dengan pelanggan. Setiap keduanya kunjungan, mereka biasa menyerahkan oleh-oleh, berupa tas tangan berisi petunjuk pengunaan gas bumi.

“Kalau tidak dipakai, katup dekat meteran ditutup ya bu. Terutama saat rumah ditinggal lebih dari satu hari, untuk kenyamanan bersama. Sehingga tagihan ibu tidak bertambah,” ujar Gindo.

Menurutnya, sampai saat ini mayoritas rumah di perumahan itu, sudah menggunakan Jargas. Tidak ada kendala berarti dalam pemasangan. Sementara untuk calon pelanggan yang bekerja, petugas PGN, membuat janji.

“Kita janjian untuk waktu pemasangannya. Kapan mereka ada dirumah, kita buat janji. Jadi saat kita datang, ada akses sampai kedapur,” jelasnya.

Ia mengungkap, proses pemasangan pipa di Perumahan Legenda Bali, Batam Center, Batam Kota, sudah sudah berjalan sejak Juli 2026. Dilanjutkan dengan pemasangan pipa masuk rumah calon pelanggan, awal September 2026.

“Yang sudah mendaftar untuk mendapat aliran Jargas, ada 164 rumah. Sudah konversi (dipasang) 123 pelanggan,” terangnya.

Semua pelanggan baru itu, diakui mendapat sambungan baru secara gratis. Dimana, ketentuan dari PGN, rumah yang menggunakan pipa tidak lebih dari 15 meter, dipasang secara gratis.

Saat bersamaan dengan pemasangan Jargas di Legenda Bali, pemasangan baru juga berjalan di Perumahan Mediterania, Plamo Garden di Kecamatan Batam Kota. Kemudian ada pemasangan baru di Kecamatan Batuaji dan sagulung.

“Sambil berjalan pemasangan baru, pendaftaran baru juga berjalan,” terangnya.

Untuk pendaftaran pelanggan baru, diakui tidak ditemukan kendala berarti. Hanya saja, untuk rumah yang dikontrakkan, dibutuhkan ijin dari pemilik rumah.

“Yang kendala kalau rumah sewa. Harus ijin dari pemilik rumah dulu, baru kita bisa pasang,” bebernya.

Wendi di Stasiun Gas PGN Batam di Panaran Batam, saat menjelaskan distribusi gas.f-martua

– Jargas Pangkas Subsidi LPG 3 kg

Ditempat berbeda, Area Head PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk Area Batam, Wendi Purwanto saat ditemui dikantornya, mengungkap program mereka tahun ini. Termaksud program pemasangan perumahan tempat kediaman Yanti.

PGN Batam berkantor di jalan Raja Isa, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau. Wendi sendiri berkantor di lantai 3 gedung PGN itu. Saat ditemui, ia ditemani Humas PGN Dendi.

Saat hendak memasuki ruangannya, belasan pegawai PGN terlihat duduk dikusi sambil menatap layar komputer, diatas meja masing-masing. Mereka memantau pergerakan penggunaan gas bumi dan laporan dari lapangan, terkait pemasangan pipa Jargas. PGN bisa memantau titik Jargas yang dipasang tim PGN dan kelancaran aliran gas di Batam.

Kemudian, Wendi menjelaskan, pemasangan Jargas di Batam, sebagai program dalam mengurangi subsidi pemerintah, untuk gas masak lewat gas bumi. Program itu juga membantu masyarakat, karena Jargas lebih murah dari tarif, dan lebih aman.

“Tarif lebih murah, sehingga beban APBN untuk subsidi energi, berkurang. Untuk pengguna, jika ada ditemukan bau tidak sedap, pelanggan diminta untuk segera melaporkan. Soal tarif, tenang saja,” himbaunya.

Diingatkan, jika ada kebocoran, pembayaran pelanggan juga akan naik dari biasanya. Sehingga jika ada kejanggalan pembayaran atau bau tidak sedap, bisa melapor ke petugas PGN.

“Pemakaian normal, namun tagihan tidak normal, pelanggan bisa melapor. Demikian kalau ada bau tidak sedap atau kebocoran, langsung dilaporkan, hubungi telepon 135,” himbau Wendi.

Diruang yang memiliki gambar peta Batam dan peta pipa gas bumi itu, ia mengungkapkan, saat ini pengerjaan pipa berjalan lancar. “Nggak ada kendala berarti saat ini, untuk pemasangan,” katanya.

Pihaknya sebagai BUMN, menerima dan mendukung program pemerintah untuk swasembada energi. Sebagai pelaksana lapangan, pihaknya siap untuk selalu bersama pemerintah.

“Gas itu asalnya dari pemerintah. Begitu mereka minta alokasi untuk dipasang, kita ikut,” tegasnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih optimis dengan target 10 ribu jargas di Batam, tahun 2026. Sebagian jaringan sudah terpasang ke depan rumah calon pelanggan. Kemudian ada pipa induk yang terpasang dekat area perumahan calon pelanggan.

“Kita masih optimis hingga akhir tahun bisa tercapai,” jelas Wendi.

Jika ditotal pelanggan Batam sejak hadir pertama kali di Batam, untuk rumah tangga, sudah 11.232. Sementara yang pemasangan sudah berjalan tahun 2026, sebanyak 2813 pelanggan.

Pelanggan Jargas yang baru itu, ada di Perumahan Mediterania, Perumahan Centra Melati & Sakina, Perumahan Kopkar PLN, Perumahan Bukit Palem & Villa Sugi Raya dan Perumahan Legenda Bali

Sementara pembangunan kontruksi sudah berjalan, ada di Perumahan Taman Pesona Indah, Perumahan Pendawa Asri. Kemudian, Perumahan Muka Kuning Indah I (RW.04, 05, 06, 07), Perumahan Griya Sagulung Permai, Perumahan Griya Permata RW. 09 dan RW.10, Perumahan Parisa Indah, Perumahan Aviari Garden 1 dan 2, Perumahan Air Mas Plaza, Perumahan Batu Aji Residence dan Perumahan Rexvin Residence.

Dengan pelanggan baru Jargas, konsumsi gas bumi atau rumah tangga, sekitar 0.19 BBTUD. Angka itu jauh diatas konsumsi gas bumi disektor lain, seperti UMKM, industri dan PLN.

Dimana, penggunaan gas bumi untuk sektor komersil atau pelanggan kecil (UMKM) dengan pelanggan 106 unit dan industri 111 pelanggan, sekitar 15.04 BBTUD. Kemudian, untuk penyaluran gas bumi disektor pembangkit listrik jauh diatas Jargas.

“Penyaluran untuk pembangkit listrik, 102.60 BBTUD. Penyaluran gas untuk pembangkit listrik, ada untuk pembangkit PLN Batam sebesar 85.3 BBTUD. Penyaluran pembangkit di Batamindo: 11.4 BBTUD, penyaluran di Panbil: 5.4 BBTUD dan penyaluran Tunas Industrial, 0.5 BBTUD,” bebernya.

Angka itu menunjukkan, dengan energi yang tergolong kecil, namun sudah mampu menghilangkan subsi LPG lebih dari 10ribu pelanggan. Lebih dari 10 ribu pelanggan LPG 3kg, melepas tabung LPG, yang biasa digunakan untuk mengakses subsidi gas.

Diakui, tantangan Batam saat ini, karena petugas di lapangan, akibat petugas yang terbatas. Pihaknya juga tidak bisa mendatangkan dari daerah lain, karena ada daerah yang massif melaksanakan program Jargas.

“PGN Batam melakukan secara massif. Tapi didaerah lain juga massif. Kayak Cirebon, target tahun ini 30 ribuan Jadi kurang tenaga. Kayak tukang galinya berputar. Ada pelambatan pekerjaan karena tenaga terbatas. Tapi untuk target, kita masih optimis akhir tahun, Desember 2026, jumlah 10ribu selesai,” tegasnya.

Wendi mengaku, ada sekitar 2ribu-an yang sudah terpasang, tahun ini. Sementara yang siap masuk rumah untuk dipasang, ada 6ribuan. “Jadi mudah-mudahan target tercapai,” harapnya.

Jika pipa ke perumahan dan ke depan rumah warga sudah masuk, PGN lebih mudah merealisasikan Jargas. “Kalau tinggal masuk rumah, kita sudah cepat. Kendala dilapangan hanya terkait dengan pemilik rumah tidak ada dilokasi saat akan dilakukan pemasangan,” urai dia.

Petugas PGN memantau keamanan distribusi gas bumi di Panaran, Batam. f-martua

– Siapkan Jadi Kota Gas

Wendi menjelaskan, jika program Batam Kota gas atau city gas, masih menjadi bagian target yang dipegang PGN. Target itu dicanangkan terealisasi sampai tahun 2030. Dengan program itu, Batam diharapkan beraktifitas tanpa subsidi energi.

Bahkan PGN memiliki petugas yang bertugas di jabatan berbeda, dengan embel-embel city gas. Masing-masing, City Gas Customer Management Sales PGN Area Batam Gindo dan City Gas Sales PGN Area Batam, Rommel.

“Batam lebih mudah mengatur keluar masuk LPG 3 kg, dibanding dengan seperti Medan, yang gas LPG 3 Kg bisa masuk darimana-mana. Jadi lebih mudah realisasi untuk program city gas,” kata Wendi.

Dengan demikian, diharapkan seiring perjalanan waktu, di Batam tidak akan ada lagi LPG 3 kg. “Target kita, semua pulau Batam selama lima tahun kedepan, tanpa LPG subsidi,” harapnya.

Dengan konsumsi yang kecil itu saja, maka bisa hemat diatas Rp70 miliar per bulan, saat status Batam sebagai city gas sudah terwujud 2030 mendatang. Dalam satu tahun, Batam bisa hemat Rp1 triliun.

Untuk mencapai target, PGN memperkuat sosialisasi kepada masyarakat, untuk ikut program energi bersih dan lebih hemat. Terakhir, PGN menggelar sosialisasi dengan target 34.000 Sambungan Rumah Tangga (SRT) pada periode 2026–2027, di 10 perumahan target pengembangan jaringan gas rumah tangga, sepanjang Agustus 2026.

Program ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Batam, menyambut pengembangan jaringan gas rumah tangga. Kapasitas gas bumi ke Batam, diharapkan dapat direspon dengan dukungan 150 BBTUD (billion british thermal unit per day) pada tahun 2027.

Terkait target dan program PGN itu, dukungan penuh disampaikan Badan Pengusahaan (BP) Batam, selain Pemerintah Kota Batam. Dukungan BP Batam atas target dan program PGN itu menjadi sangat penting, karena pengelola lahan di Batam, merupakan BP.

Saat akan melintasi row jalan dekat perumahan, fasum dan fasos, dukungan BP Batam sangat penting. Terutama dalam mempermudah dan memperlancar program sambungan baru Jargas.

Dukungan BP Batam juga tidak lepas dari program Jargas yang sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029.

Menurut Kepala BP Batam, Amsakar Ahmad, jaringan gas perkotaan ditetapkan sebagai salah satu indikator Program Prioritas Nasional. Ketetapan itu untuk mendukung ketahanan dan efisiensi energi nasional.

“Kami mendukung dan mengharapkan realisasi cepat, sehingga warga terbantu. Itu juga akan membantu kami, dalam melakukan pengembangan kawasan permukiman. Sehingga manfaat Jargas dirasakan warga secara merata,” harap Amsakar yang juga Wali Kota Batam ini mengakhiri.***

Exit mobile version