LINGGA – Politik Lingga kembali menghadirkan babak baru. Setelah sempat tersingkir dari kursi legislatif pada pemilihan umum terakhir, Rony Kurniawan atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sapaan Iwan Munirkini kembali melangkah ke Gedung Rakyat melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).
Kembalinya politisi Partai Golkar tersebut ditandai dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lingga dengan agenda pemberhentian dan pengangkatan anggota DPRD sisa masa jabatan 2024–2029 yang digelar, Rabu (16/9/2026).
Paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Lingga Maya Sari, S.Sos., M.IP dan dihadiri Bupati Lingga, Wakil Bupati Lingga, unsur Forkopimda, perwakilan Partai Golkar, kepala OPD, camat, lurah, kepala desa hingga anggota BPD se-Kabupaten Lingga.
Masuknya Iwan Munir ke DPRD bukan sekadar pergantian administrasi politik biasa. Ia hadir mengisi kursi yang ditinggalkan almarhum Capt. Ahmad Pajar, anggota DPRD Lingga dari Partai Golkar yang wafat saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Peristiwa tersebut sekaligus mengakhiri kekosongan salah satu kursi legislatif yang selama beberapa bulan terakhir belum terisi secara definitif.
Nama Iwan Munir sendiri bukan sosok baru dalam dunia politik Kabupaten Lingga. Ia pernah menjadi anggota DPRD Lingga periode 2019–2024 dan dikenal aktif dalam berbagai agenda politik maupun pembangunan daerah.
Meski gagal kembali ke parlemen pada pemilihan legislatif berikutnya, perjalanan politiknya ternyata belum berakhir. Melalui mekanisme PAW, ia kembali memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pengabdian di lembaga legislatif hingga akhir masa jabatan periode 2024–2029.
Kembalinya Iwan Munir juga menandai lengkapnya kembali komposisi kursi Partai Golkar di DPRD Lingga. Di tengah berbagai agenda strategis daerah yang menanti pembahasan, kehadiran anggota baru diharapkan memperkuat fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang dijalankan DPRD.
Paripurna PAW tersebut berlangsung khidmat dan menjadi salah satu agenda politik penting di Kabupaten Lingga. Selain menandai pergantian anggota legislatif, momentum itu juga menjadi simbol berlanjutnya estafet representasi masyarakat di lembaga parlemen daerah.
Bagi Iwan Munir, hari itu bukan sekadar kembali duduk di kursi DPRD. Hari itu menjadi penanda bahwa perjalanan politik yang sempat terhenti kini kembali menemukan jalannya di Gedung Rakyat Kabupaten Lingga.
(Adhe Bakong)
