Indeks

Prof Abdul Malik: Manajemen Baru Riau Pos Grup Jangan Jadi Anak Durhaka dan Jangan Menzolimi Rida K Liamsi

PEKANBARU – Tokoh Budaya Melayu sekaligus Guru Besar Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Prof. Dr. Datuk H. Abdul Malik, M.Pd, menyampaikan keprihatinannya terhadap proses hukum yang menjerat pendiri Riau Pos Grup, Datuk Seri Rida K Liamsi.

Menurut Abdul Malik, Rida K Liamsi merupakan sosok yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan pers, kebudayaan, serta pembangunan di Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau. Karena itu, ia berharap semua pihak dapat menghormati jasa-jasa Rida K Liamsi.

“Rida K Liamsi itu benar-benar tokoh Riau, bukan menokohkan diri. Beliau membuktikan karya dan pengabdiannya dengan melahirkan Riau Pos Grup yang kemudian berkembang menjadi grup media terbesar di Pulau Sumatera. Itu adalah fakta sejarah yang tidak bisa dihapuskan,” ujar Abdul Malik.

Salah seorang tokoh pendiri Provinsi Kepulauan Riau itu menilai kiprah Rida K Liamsi tidak hanya terbatas di dunia pers.

Menurutnya, Rida juga memiliki peran penting dalam pelestarian budaya Melayu serta turut berkontribusi dalam pembangunan daerah, baik di Riau maupun Kepulauan Riau.

“Kontribusi beliau sangat luas. Di bidang media beliau berhasil membangun jaringan pers yang besar, di bidang budaya beliau dikenal sebagai budayawan Melayu, dan dalam pembangunan daerah beliau juga memiliki peran yang nyata. Semua itu merupakan bagian dari pengabdian beliau kepada masyarakat,” katanya.

Abdul Malik juga mengingatkan manajemen baru Riau Pos Grup agar tidak melupakan sejarah lahir dan berkembangnya perusahaan tersebut.

“Saya berharap manajemen baru Riau Pos Grup jangan menjadi anak durhaka. Jangan menzalimi orang yang telah melahirkan, membesarkan, dan membawa Riau Pos Grup menjadi raksasa media di Sumatera, khususnya di Riau,” tegasnya.

Ia berharap persoalan yang terjadi dapat diselesaikan dengan mengedepankan kebijaksanaan, penghormatan terhadap sejarah, serta semangat musyawarah.

Menurut Abdul Malik, jasa seseorang yang telah membangun sebuah institusi besar semestinya dihargai, bukan diabaikan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan seraya berharap keadilan dapat ditegakkan secara objektif.

“Sejarah akan selalu mencatat siapa yang membangun dan siapa yang menikmati hasil pembangunan itu. Karena itu, mari kita jaga marwah dunia pers Melayu dan menghormati orang-orang yang telah berjasa membesarkannya,” pungkasnya.***

Exit mobile version