Tanjungpinang – Aksi spontanitas oleh sejumlah pembaca puisi di Dewan Kesenian Kota Tanjungpinang ini adalah bentuk penghormatan tinggi betapa pentingnya sosok Rida K Liamsi (RDK).
Para penyair yang berkumpul di Melayu Seque, Tepilaut Tanjungpinang malam itu, mengisahkan sosok RDK adalah tokoh yang tidak pernah berhenti berkarya. Nah, berkat semangat tersebut mereka tidak menginginkan adanya persoalan hukum apapun yang menjerat RDK.
“Kami merasa terpanggil kenapa adanya kegiatan ini. Bagi kami beliau tokoh panutan seni, sastra dan budaya. Beliau bukanlah tokoh sembarangan di Kepri,” ujar Zulkifli Ketua Dewan Kesenian Kota Tanjungpinang, Senin 20 Juli 2026.
Secara teknis, Zul menyampaikan kegiatan tersebut murni terlaksana atas dasar spontan dan sejumlah pengurus Dewan Kesenian Tanjungpinang dibantu group Simply Musik dan LL Management. Aksi ini juga sebagai kado ulangtahunnya yang ke 83 Tahun.
“Dukungan tulus walaupun hanya sekedar membaca puisi karya beliau, tapi kami tulus memberi dukungan moral,” tambahnya.
Bagi seniman yang tergabung, Zul menegaskan terhadap apa yang menjadi persoalan saat ini, menurutnya masih ada banyak pertimbangan positif yang bisa diambil.
Dia berharap pihak penegak hukum bisa memahami dan mempertimbangkan untuk tidak salah dalam menilai sosok Rida K Liamsi.
“Pak Rida ini bukan Sembarangan, dia ini budayawan, bahkan kami percaya, ketokohannya sama halnya dengan sosok Raja Ali Haji pada waktu itu,” ujarnya.
Zul menyampaikan dalam kegiatan yang digagasnya itu, tidak sedikit pula para tamu undangan datang membaca langsung puisi karya Rida K Liamsi di atas panggung.
Satu persatu para peserta menyelami isi dan pesan penting yang disampaikan RDK lewat karya puisinya yang harus dilestarikan oleh generasi penerus di Tanjungpinang dimasa mendatang.
