Indeks
Utama  

Aspal yang Retak, Nurani yang Bergerak: Pengabdian Tanpa Panggung dari Singkep Barat

Aspal yang retak dan berlobang perlahan tertutup. Plt Camat Singkep Barat bersama jajaran bergotong royong menambal jalan berlubang sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian terhadap masyarakat

LINGGA – Di tengah keterbatasan anggaran dan berbagai persoalan infrastruktur yang masih dijumpai di sejumlah wilayah, ada cara sederhana namun sarat makna yang dilakukan jajaran Kecamatan Singkep Barat. Bukan menunggu, bukan pula sekadar mengeluhkan keadaan, mereka memilih turun langsung memperbaiki apa yang bisa diperbaiki.

‎Setiap dua pekan sekali, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Singkep Barat, Munzilin Hasibuan, S.IP, bersama jajaran pegawai kecamatan, anggota Satpol PP, dan unsur staf lainnya menyisihkan sebagian rezeki mereka. Uang yang terkumpul dari hasil patungan itu kemudian dibelikan semen untuk menambal ruas-ruas jalan berlubang yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.

‎Tak ada seremoni besar. Tak ada pula spanduk yang membentang di pinggir jalan. Yang terlihat hanyalah beberapa orang dengan pakaian kerja sederhana, membawa semen dan peralatan seadanya, lalu menyusuri jalan demi jalan yang membutuhkan perhatian.

‎Bagi mereka, setiap lubang yang tertutup bukan sekadar perbaikan fisik. Di baliknya ada harapan agar pengendara dapat melintas dengan lebih aman, lebih nyaman, dan terhindar dari risiko kecelakaan.

‎”Ini murni inisiatif bersama. Dana yang digunakan berasal dari patungan seluruh jajaran di lingkungan Kecamatan Singkep Barat, termasuk anggota Satpol PP. Setelah terkumpul, kami membeli semen, kemudian bersama-sama mencari titik jalan yang berlubang untuk ditambal,” ujar Munzilin Hasibuan.

‎Menurutnya, gerakan tersebut lahir dari kepedulian terhadap keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat.

‎Ia menyadari bahwa tidak semua persoalan dapat diselesaikan secara instan. Namun, baginya, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan jauh lebih berarti daripada hanya menunggu perubahan datang dengan sendirinya.

Penambalan jalan dilakukan menggunakan dana hasil patungan pegawai Kecamatan Singkep Barat.

‎Di bawah terik matahari kegiatan itu terus berjalan. Semen demi semen dituang, lubang demi lubang ditutup. Perlahan, jalan yang sebelumnya mengganggu kenyamanan pengguna mulai kembali layak dilalui.

‎Lebih dari sekadar menambal jalan, gerakan tersebut sejatinya sedang menambal satu hal yang sering kali luput dari perhatian, yakni semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat modern.

‎Hasibuan berharap apa yang dilakukan bersama jajarannya dapat menjadi inspirasi bahwa pengabdian tidak selalu harus menunggu program besar ataupun anggaran yang melimpah.

‎”Yang terpenting adalah niat untuk berbuat. Selama masih ada ruang untuk membantu masyarakat, sekecil apa pun itu, kami akan terus melakukannya,” tuturnya.

‎Sementara itu, warga Singkep Barat, Chairul Azmin, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yang dilakukan Plt Camat Singkep Barat bersama jajarannya dalam menambal jalan berlubang menggunakan dana patungan.

‎”Kami sangat mengapresiasi langkah Pak Camat dan seluruh jajaran. Ini menunjukkan kepedulian nyata terhadap keselamatan masyarakat. Di saat banyak yang hanya mengeluhkan kondisi jalan, mereka justru turun langsung mencari solusi,” ujar Chairul.

‎Menurutnya, gerakan tersebut merupakan wujud semangat gotong royong yang patut dicontoh dan terus dipertahankan demi kepentingan masyarakat luas.

‎Di Singkep Barat, pengabdian itu mungkin hanya terlihat seperti beberapa sak semen yang berubah menjadi tambalan jalan. Namun bagi masyarakat yang melintas setiap hari, di sanalah tersimpan makna kepedulian yang sesungguhnya: hadir, bekerja, dan memberi manfaat tanpa banyak bicara.

‎(Adhe Bakong)

Exit mobile version