Indeks
Utama  

Waspada DBD, Kades Teluk Ajak Warga Bersihkan Lingkungan dan Saluran Air ‎

Warga Desa Teluk saat membersihkan dan membakar sampah.

LINGGA – Di tengah meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lingga yang mulai terjadi seiring masuknya musim hujan, masyarakat Desa Teluk, Kecamatan Lingga Timur, menggelar kegiatan gotong royong pemberantasan sarang nyamuk sebagai upaya pencegahan dini.

‎Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari imbauan Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga dalam rangka menekan potensi penyebaran DBD yang cenderung meningkat pada musim hujan akibat banyaknya genangan air sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

‎Dalam kegiatan tersebut, pemerintah desa bersama Bhabinkamtibmas turun langsung ke lapangan, melibatkan RT/RW, kader posyandu, bidan desa, linmas, serta seluruh masyarakat Desa Teluk. Mereka bergotong royong membersihkan lingkungan, mulai dari rumput liar, saluran air, hingga mengangkat sampah dan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Kepala Desa Teluk bersama Bhabinkamtibmas dan perangkat Desa Teluk

‎Kepala Desa Teluk, Edi Hendra, menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, terutama di tengah meningkatnya risiko DBD saat ini.

‎“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Di musim hujan seperti sekarang, sedikit genangan air saja bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Pencegahan harus dimulai dari rumah masing-masing,” ujarnya. Jum’at,(15/5/26).

‎Selain menyasar lingkungan kantor desa, masjid, dan posyandu, warga juga melakukan pemeriksaan di sejumlah titik rawan jentik nyamuk. Langkah ini diharapkan dapat memutus rantai penyebaran DBD sejak dini serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara rutin.

‎Dengan adanya gerakan bersama ini, Pemerintah Desa Teluk berharap angka kasus DBD di wilayah Kabupaten Lingga dapat ditekan meskipun musim hujan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

‎(Adhe Bakong)

Exit mobile version