Indeks

Ecoprint Mangrove Jadi Andalan, STIE Tanjungpinang Sabet Hibah Pengabdian Nasional 2025

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tahun 2025. (foto: humas STIE Pembangunan/ist).

Tanjungpinang – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tahun 2025.

Melalui skema Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) dari Kemdiktisaintek, P3M berhasil memenangkan dua hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Nasional untuk tahun anggaran 2025.

Pencapaian ini menjadi keberhasilan tahun kedua berturut-turut bagi P3M STIE Pembangunan Tanjungpinang, di bawah kepemimpinan Rachmad Chartady.

“Keberhasilan ini prestasi dan bukti konsistensi kampus dalam mendorong dosen untuk berperan aktif berkontribusi melalui riset dan pengabdiannya,” ujar Pelatih Ecoprint Sari yang juga didampingi rekannya Marlis.

Salah satu tim penerima hibah adalah kelompok pengabdian yang diketuai Armansyah, dengan anggota Eko Murti Saputra, Charly Marlinda, Roland Dika Afrili, dan Nikolaus Daka Wardana. Tim ini mengusung judul pengabdian ‘KUBE Al-Fazza 2.0: Pengembangan Ecoprinting Berbasis Blue Economy Khas Desa Sebong Pereh. Dimana lokasinya di kawasan Desa Sebong Pereh.

“Fokusnya pada pengembangan produk ecoprint yang memanfaatkan potensi mangrove sebagai bahan utama pewarna alami,” ucapnya.

Tahapan Penting Pengembangan Ecoprinting

Sosialisasi kepada anggota KUBE dan perangkat desa, Persiapan pelatihan meliputi aspek produksi, manajemen, dan pemasaran.
Pendampingan dan evaluasi, Perencanaan keberlanjutan usaha, Puncak kegiatan dilaksanakan pada 27 September 2025. Dimana fokus terhadap pelatihan ecoprint menggunakan daun mangrove.

Selama pelatihan, peserta dibagi dalam dua kelompok dan menunjukkan antusiasme tinggi. Hasil kegiatan menghasilkan dua lembar kain ecoprint dengan corak dan warna yang berbeda, memperlihatkan potensi produk unggulan berbasis kekayaan hayati mangrove.

Mendorong Produk Bernilai Tambah

Dalam sesi pendampingan, tim pengabdian mendorong KUBE Al-Fazza agar tidak hanya berhenti pada tahap produksi kain ecoprint, tetapi mulai mengembangkan produk jadi, seperti tas, kain siap jahit, atau bahan batik ecoprint, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi di pasaran.

Ketua P3M STIE Pembangunan Tanjungpinang, Rachmad Chartady mengapresiasi pelaksanaan program ini dan menilai bahwa pelatihan ecoprint mampu Meningkatkan keterampilan dan kreativitas kaum perempuan rumah tangga termotivasi untuk terus menumbuhkan usaha keluarganya. Memberikan dampak ekonomi yang positif bagi desa.

“Kegiatan ini sangat positif, kami terus mendorong terus diperkuat agar masyarakat desa mampu mengembangkan potensi daerah secara mandiri dan berkelanjutan,” pesannya.

Exit mobile version