Indeks
Tak Berkategori  

Seratusan Kapal Pukat Mayang Beraktivitas di Perairan Bintan

BINTAN – Seratusan kapal pukat mayang dari luar daerah beraktivitas di perairan Kabupaten Bintan. Akibatnya, nelayan Bintan yang berada di wilayah Bintan Pesisir dan Gunung Kijang resah.

Kapal nelayan dari luar Bintan yang datang dan melaut itu, menggunakan pukat mayang. Aktivitas nelayan yang diduga dari Karimun itu semakin mempersempit ruang gerak nelayan Bintan.

Buyung Adly, Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bintan menolak keberadaan kapal pukat mayang yang berjumlah lebih dari 100 kapal, di wilayah Mapur Bintan Pesisir itu.

”Sudah ratusan nelayan tempatan mengeluh, ruang tangkapan mereka terjepit dan sempit, akibatnya hasil tangkapan semakin berkurang,” sebut Buyung, Senin (8/6).

Ia menjelaskan, pihaknya bersama nelayan kini sudah mengambil ancangancang untuk mendatangi kapal pukat mayang yang meresahkan tersebut. Pihaknya, kata Buyung, juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk datang ke lokasi.

”Kami sudah lapor juga dengan PSDKP, karena nelayan sudah resah dan menolak. Kami menunggu waktu tepat, untuk turun ke lokasi,” jelasnya.

Dikatakannya juga, meski secara aturan pukat mayang tidak melanggar. Namun keberadaannya dari luar Bintan dan jumlahnya yang sangat banyak, jelas membuat nelayan Bintan tidak dapat merasakankeadilan dalam melaut.

”Mereka juga besar kapalnya, di atas ukuran 30 GT. Kalau begini aktivitas mereka, habislah nelayan kita (Bintan),” tambahnya. (aan)

Exit mobile version