LINGGA – Di sebuah kawasan pertanian di Desa Bukit Belah, Kecamatan Singkep Barat, hasil panen tak selalu mudah dibawa pulang. Bukan karena kurangnya hasil bumi, melainkan karena medan yang harus dilalui untuk mengeluarkannya dari kebun menuju jalur distribusi.
Jalan tanah yang membentang menuju lokasi penyimpanan hasil panen belum dapat dijangkau kendaraan angkut berukuran besar. Di tempat inilah semangat dan tenaga menjadi bagian penting dari rantai ketahanan pangan.
Senin (6/7/2026), jajaran Polres Lingga bersama Polsek Singkep Barat turun langsung membantu proses pemindahan hasil panen jagung pipil milik petani setempat. Sebanyak 2,75 ton jagung yang dikemas dalam 55 karung, masing-masing berbobot 50 kilogram, harus dipindahkan dari gudang penyimpanan menuju titik muat utama yang berjarak sekitar 800 meter.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh P.S. Kapolsek Singkep Barat IPTU Young Risa, S.Sos., bersama P.S. Kasat Samapta Polres Lingga IPTU Arfen, serta didukung personel Sat Samapta Polres Lingga dan Polsek Singkep Barat.
Bagi sebagian orang, jarak 800 meter mungkin terdengar biasa. Namun di Bukit Belah, jarak itu menjadi tantangan tersendiri. Kendaraan besar tidak dapat menjangkau lokasi penyimpanan hasil panen sehingga diperlukan cara lain agar jagung hasil kerja keras petani tetap dapat keluar dari kebun dan melanjutkan perjalanannya menuju gudang penyimpanan pemerintah.
Dengan memanfaatkan kendaraan roda tiga jenis Caesar, personel kepolisian mengangkut karung demi karung jagung secara bertahap menuju titik muat. Setelah seluruh hasil panen terkumpul, jagung kemudian dipindahkan ke truk Sat Samapta Polres Lingga untuk dibawa menuju Gudang Bulog Daik Lingga.
Pemandangan tersebut menjadi gambaran bahwa ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui kebijakan dan program di atas kertas. Di lapangan, ketahanan pangan juga lahir dari kerja sama, kepedulian, dan kesediaan untuk turun langsung membantu masyarakat menghadapi berbagai keterbatasan.
Kapolres Lingga AKBP Dr. P.M. Nababan, S.H., S.I.K., M.H., melalui P.S. Kapolsek Singkep Barat IPTU Young Risa, S.Sos., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
“Polri hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung program-program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kami ingin memastikan hasil pertanian yang telah diusahakan para petani dapat tersalurkan dengan baik dan memberikan manfaat ekonomi sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Di balik tumpukan karung jagung yang berhasil dimuat hari itu, tersimpan harapan para petani agar hasil panen mereka terserap dan bernilai. Sementara bagi para personel yang terlibat, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengabdian yang diwujudkan melalui kerja nyata di tengah masyarakat.
Menjelang akhir kegiatan, seluruh jagung berhasil diberangkatkan menuju Gudang Bulog Daik Lingga. Perjalanan kemudian berlanjut melalui jalur laut menggunakan kapal Ro-Ro pada hari yang sama.
Di Bukit Belah, kisah itu mungkin tidak ditulis dengan kemegahan. Tidak ada panggung ataupun seremoni besar. Hanya ada jalan tanah yang panjang, karung-karung jagung yang harus dipindahkan, serta sejumlah tangan yang bekerja bersama.
Namun dari tempat sederhana itulah terlihat bahwa menjaga ketahanan pangan sesungguhnya bukan hanya soal hasil panen, melainkan juga tentang memastikan setiap butir hasil kerja petani menemukan jalannya menuju manfaat bagi banyak orang.
(Adhe Bakong)
