Breaking News
BP Batam Sambut Tim Batam Prime International Football Series 2026 BP Batam-Polri Perkuat Sinergi, Investasi Batam Jadi Prioritas Batam – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kepastian hukum di wilayah kerja BP Batam. Penguatan kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara BP Batam dan Polri di Balairung Sari BP Batam, Jumat (21/8/2026). MoU tersebut ditandatangani Kepala BP Batam Amsakar Achmad, didampingi Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, bersama Asisten Utama Operasi (Astama Ops) Polri, Komjen Pol Muhammad Fadil Imran. Pada kesempatan yang sama, BP Batam juga menandatangani Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri), yang ditandatangani Amsakar Achmad bersama Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin. Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pertukaran dan pemanfaatan data serta informasi, bantuan pengamanan, penanganan konflik sosial, penegakan hukum, peningkatan kapasitas dan pendayagunaan sumber daya manusia, serta pemanfaatan sarana dan prasarana. Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk memastikan Batam tetap berada dalam kondisi aman dan kondusif. “Penguatan kolaborasi antara BP Batam, Polri, dan Polda Kepri dinilai penting seiring dengan posisi Batam sebagai kawasan strategis nasional dan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia,” ujar Amsakar. Dengan dukungan situasi keamanan yang kondusif dan kepastian hukum yang terjaga, BP Batam optimistis iklim investasi dan aktivitas ekonomi di Batam dapat terus berkembang secara berkelanjutan. “Kami juga berharap penandatanganan ini dapat memperkuat soliditas BP Batam dan Polri dalam penyelesaian permasalahan hukum di Kota Batam,” harap Amsakar. Asisten Utama Operasi (Astama Ops) Polri, Komjen Pol Muhammad Fadil Imran mengatakan perpanjangan kerja sama ini merupakan momentum untuk memperbarui sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga Batam. “Keinginan kami adalah, Polri hadir tidak hanya sebagai security provider, tapi juga sebagai partner pembangunan,” ujar Fadil. Agar cita-cita tersebut terwujud, Fadil meminta jajaran Polda Kepri mengawal implementasi kerja sama tersebut agar tidak berhenti pada seremoni penandatanganan. “Saya titip kepada Kapolda Kepri dan jajaran agar Nota Kesepahaman ini betul-betul dikawal implementasinya,” kata Fadil.*** BP Batam Rampungkan Perbaikan 12 Titik Ruas Jalan di Batam STIE Pembangunan Tanjungpinang Perkuat Bank Sampah Cahaya Permata Dorong Ekonomi Hijau Kontainer UMKM Disdagin Tanjungpinang Hilang, APH Diminta Bertindak
Indeks

Kembalikan Kejayaan Tanjungpinang-Penyengat Lewat Dua Prioritas Rudi-Rafiq

Batam – Calon Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H Muhammad Rudi (HMR), memiliki program prioritas untuk menjadikan Dompak, sebagai pusat pemerintahan dan pusat budaya negeri yang gemilang terbilang.

Hal itu akan mempercantik Kota Tanjungpinang agar layak menjadi Ibu Kota Provinsi, jika nanti dipercaya memimpin Kepri ke depan. “Pelabuhan akan kita bangun, jalan- jalan akan kita tinjau ulang, dan akan kita tata kotanya agar cantik,” kata HMR.

Sebagai prioritas, bukan berarti akan melupakan daerah lain. “Niat saya dan Pak Rafiq ingin membangun seluruh kabupaten/kota secara merata. Ini bertujuan agar tidak terjadi ketimpangan ekonomi di beberapa daerah,” ujarnya.

Bukan tanpa alasan, pria kelahiran Kota Tanjungpinang 61 tahun silam tersebut, meyakini jika infrastruktur menjadi faktor penting dalam peningkatan aksesibilitas suatu daerah.

Sehingga, kesiapan pengembangan Kepulauan Riau sebagai salah satu destinasi wisata unggulan bisa lebih maksimal.

“Tata kelola daerahnya harus lebih baik sehingga ekonomi bisa bangkit. Seperti yang selalu saya sampaikan, pembangunan itu harus tetap sasaran. Jangan kita membangun sesuatu tanpa mengkaji lebuh dulu tujuannya,” terangnya.

Prioritas lainnya di Tanjungpinang adalah membangun pesantren modern di Pulau Penyengat. Di pulau ini, ada dua makam pahlawan nasional yakni Raja Ali Haji dan Raja Haji Fisabilillah.

“Di Penyengat ini nanti niat kami akan bangun pesantren moderen, agar wisata islami menjadi ciri khas sendiri Pulau Penyengat,” jelasnya.

Tanjungpinang Kota Pahlawan
Tanjungpinang bagai sebuah epos, tentang perjuangan anak manusia membela marwahnya. Ini adalah negeri para pejuang, negeri para pahlawan.

Kota tua ini menjadi saksi patriotisme Raja Haji yang Dipertuan Muda Riau IV (termasyhur dengan gelar Raja Haji Syahid Fisabilillah/Marham Teluk Ketapang) saat menahan serbuan armada Belanda, antara tahun 1782-1784.

Kala itu, berbulan-bulan sudah, Belanda mengepung kawasan ini. Raja Haji Fisabilillah, melawan! Hingga pada 6 Januari 1784 kapal induk armada Belanda, Malakka’s Welvaren, ia tenggelamkan di Teluk Keriting yang membuat mereka mundur ke Melaka. Aksi patriotisme ini selanjutnya ditetapkan sebagai hari jadi Tanjungpinang.

Kini setelah ratusan tahun berlalu, perjuangan menegakkan marwah Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, digelorakan oleh H Muhammad Rudi (HMR), jika ia terpilih sebagai Gubernur Kepri nanti.***

Exit mobile version