Indeks

Subholding Gas Pertamina, Jadikan Batam Kota Gas

Petugas PGN saat melakukan pengerjaan pemasangan pipa jaringan baru di Batam Kota, Batam.

Batam – Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, menyiapkan langkah besar di Kota Batam. PGN Menjadikan Batam sebagai kota gas bumi. Setelah 5.774 pelanggan gas bumi selama ini, maka dalam empat tahun ini, PGN menargetkan, seluruh area Pulau Batam, sudah terhubung dengan jaringan gas (Jargas).

Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, Rabu (27/3/2024) di Batam, mengungkapkan program yang dicanangkan PGN Tbk itu. PGN akan menyediakan jaringan distribusi gas bumi, secara bertahap dalam empat tahun. PGN menetapkan, Batam sebagai kota percontohan.

“Beberapa waktu lalu, saya dipanggil pimpinan. Disampaikan, Batam kota percontohan untuk kota gas bumi. Sebanyak 250 ribu sambungan baru akan terpasang dalam empat tahun,” kata Wendi.

Pada tahun ini, ditargetkan sebanyak 20 ribu pelanggan baru, akan menikmati gas bumi. Rencana pemasangan ke rumah tangga, dilakukan setelah pipa induk mulai bangun, Juli 2024 mendatang.

“Mulai Juli 2024, karena harus pengadaan pipa dan tender pemasangan dulu. Tapi, tahun ini, 20 ribu pelanggan baru akan menikmati gas bumi,” kata Wendi.

Diakui, ditargetkan 20ribu pelanggan yang akan menikmati gas bumi lewat jargas di Batam, merupakan rumah tangga. Untuk pemasangan ke rumah tangga, akan dimulai November 2024.

Kemudian akan dilanjutkan pembangunan jaringan di kecamatan yang belum terpasang. Berikut dengan pemasangan sambungan baru untuk rumah tangga, sebanyak 40ribu. Ditahun ketiga akan dipasang untuk 80ribu pelanggan.

“Dan tahun selanjutnya sisanya, hingga mencapai 250 ribu pelanggan baru dalam 4 tahun,” urainya.

Selama ini jargas sudah terpasang di Kecamatan Batam Kota, Sagulung dan Batuaji. Selanjutnya, PGN akan memasang jaringan baru dengan pipa baru di kecamatan lain.

“Sambil pemasangan pipa jaringan distribusi baru di kecamatan lain, kami akan pasang untuk rumah tangga di tiga kecamatan yang sebelumnya sudah dilewati pipa gas bumi. Target, 4 tahun ini seluruh Kota Batam akan dialiri gas bumi,” tekad Wendi.

Sesuai dengan perintah pusat, maka PGN Batam akan menyiapkan jaringan distribusi gas bumi, untuk rumah tangga. Selama dua minggu ini, mereka sudah menerima data pendaftar baru, di kecamatan yang sudah dialiri listrik.

“Pendaftaran gratis dengan pipa panjang 15 meter sampai ke rumah tangga. Pemasangan gratis. Batam percontohan bersama Palembang,” urainya.

Diakui, Batam dipilih sebagai percontohan, karena lebih mudah, membuat satu kota, menggunakan Jargas. Sementara Palembang, menjadi percontohan untuk kota, yang bukan kepulauan.

  • Bantu Warga, Jargas Didukung Pemerintah Daerah

Diakui Wendi, tahun tahun ini tidak ada pengembangan jargas ke kecamatan lain, karena sebelumnya mengembangkan pelanggan baru di tiga kecamatan. Sehingga, saat pengembangan jaringan dilakukan, akan meningkatkan konsumsi gas bumi lebih signifikan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Selama ini (pelanggan rumah tangga) tidak kembang, karena jaringan tidak ada. Seperti ke Sekupang, karena tidak ada jaringan, maka kita tidak masuk. Pada hal disana rumah semua banyak disana. Tapi tahun ketiga nanti, sudah masuk ke sana,” bebernya.

Saat pengembangan jaringan, PGN selalu melalukan upaya, untuk mendapat dukungan semua pihak. Termaksud PGN meminta dukungan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Saat mengembangkan jaringan energi ke dari Batam Kota ke Pelita tahun sebelumnya, PGN menyambangi Rudi.

Dengan tegas, Rudi sudah menyatakan dukungannya untuk pengembangan jaringan energi di Batam. “Kita memberikan dukungan. Sehingga warga bisa dengan mudah mendapat gas. Tidak perlu mengantri gas,” kata Rudi.

Dukungan dibutuhkan, karena setiap PGN melakukan pekerjaan fisiknya, maka berkaitan dengan infrastruktur yang telah dibangun Pemerintah Kota Batam sebelumnya. Sehingga, PGN juga berkoordinasi dan melakukan survei bersama dinas terkait di Pemko Batam.

Atas dukungan PGN untuk masyarakat Batam, Rudi hingga memberikan penghargaan. Pada tahun 2019, PGN mendapatkan penghargaan Batam Madani, yang diberikan kepada pihak yang kehadirannya memberikan dampak positif melalui inovasi produk, bagi masyarakat dan dunia usaha.

Dengan penugasan dari pusat dan dukungan daerah, maka Wendi berharap, kedepan tidak ada kendala. Dimana, selain jargas untuk rumah tangga, PGN juga diawal pengembangan industri di Batam, gas bumi sudah masuk dua kawasan industri di Mukakuning, Kecamatan Sei Beduk.

Namun, gas bumi itu memiliki tekanan tinggi, sebagai konsumsi industri. “Mukakuning, Sei Beduk, selama ini untuk Kawasan Industri Batamindo dan Kawasan Industri Panbil. Itu tekanan tinggi,” bebernya.

Sehingga kedepan, untuk Sei Beduk, tetap akan mengambil dari jaringan pipa induk, untuk rumah tangga. “Cari pipa terdekat dan sesuaikan dengan tekanan. Sekarang, disana pipa yang tekanan tinggi. Nanti kita akan cari tekanan menengah,” imbuh Wendi.

Selain kedua kawasan industri itu, kawasan industri yang sudah menikmati gas bumi, ada Tunas Karya di Batam Center dan Tunas Karya di Kabil. Kemudian, ada sekitar 100 industri kecil menengah (IKM) di Batam, yang menggunakan saat ini.

Selain itu, enam pembangkit listrik di Batam, yang dayanya menggunakan gas bumi. Baik oleh PLN Batam dan pihak swasta lainnya. Diantaranya PLTG dan PLTMG untuk PLN Batam, Energi Listrik Batam (ELB), BatamindoTUInvestment Cakrawala, Panbil Utilitas Sentosa dan Tunas Energi.

Hingga saat ini, jaringan gas bumi PGN di Batam, sudah 270 km. Itu untuk 100-an IKM, komersial, 68 usaha kecil usaha kecil. Kemudian, sekitar 5.774 rumah tangga. PLN mengelola lebih dari 90 miliar british thermal unit per hari (MBBTUD).

“PGN sudah menyalurkan gas kepada 5.944 pelanggan di Batam untuk sektor rumah tangga, komersial, industri dan pembangkit,” ungkap General Manager PGN Sales & Operation Region I (SOR I) Andi Sangga Prasetya sebelumnya.(mbb)

Exit mobile version