Batam – Ditengah ekspor yang meningkat dari Batam, jumlah impor mengalami penurunan. Kondisi itu dinilai terjadi karena ada penurunan permintaan produk olahan dari luar negeri. Sehingga bahan impor yang akan diekspor lagi turun. Disisi lain, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) diharap dapat terus meningkat.
Kondisi ekspor dan impor Februari 2023 itu diungkapkan Kepala Tim Perumusan KEKDA Bank Indonesia (BI) Kepri, Sudarta, Kamis (13/4/2023) di Batam. Sudarta tampil mendampingi Kepala Perwakilan BI Kepri, Suryono dalam acara bincang dengan media, di Kantor BI Kepri, di Batam Center.
“Permintaan global menurun. Tapi kita harap juga, impor turun dengan kebijakan TKDN yang bisa meningkat. Sehingga saat impor menurun, tapi ekspor naik dan meningkatkan kualitas produksi kita,” harap Sudarta.
Disebut, industri elektronika di Batam masih mengipor bahan baku dari luar. Kemudian hasil produk itu diekspor.
Namun secara umum, ekspor Kepri terutama Batam, mengalami peningkatan. Walau diakui ada pelambatan permintaan.
“Untuk ekspor produk elektronik kita naik. Industri elektronik kita mendatangkan bahan baku dari luar. Kemudian diekspor,” bebernya.
Sebagaimana data yang ditampilkan BPS Kota Batam, ekspor Januari 2023 sebesar US$ 1.534,7 juta atau naik 26,17 persen dibandingkan ekspor Februari 2023. Sementara impor Februari 2023 sebesar US$ 1.183,32 juta atau turun 10,07 persen dibandingkan impor Januari 2023
Walau ekspor naik, namun untuk ekspor minyak dan lemak hewan turun 36,57 persen. Kemudian Produk kimia turun 18,44 persen serta mesin pesawat turun 22,69.
“Di kepri, banyak sekali ekspor. Bahkan ekspor industri pengolahan diatas 70 persen terhadap total ekspor,” bebernya.
Sebagaimana disampaikan BPS Batam, nilai ekspor Batam Februari 2023 mencapai US$ 1.534,7 juta atau naik sebesar 26,17 persen dibandingkan ekspor Januari 2023. Nilai ekspor Kota Batam bulan Februari menyumbang 84,29 persen dari total ekspor se-Kepri sebesar US$ 1.820,82 juta.
Kemudian, ekspor migas Februari 2023 mencapai US$ 74,5 juta atau turun 11,71 persen dibandingkan Januari 2023. Ekspor non migas Februari 2023 mencapai US$ 1.460,19 juta atau naik 28,99 persen dibandingkan Januari 2023.
Ekspor nonmigas HS 2 digit terbesar Februari 2023 adalah golongan barang Mesin/ Peralatan Listrik (85) sebesar US$ 853,78 juta. Ekspor ke Singapura pada bulan Februari 2023 mencapai nilai terbesar yaitu US$ 525,95 juta dengan kontribusinya mencapai 34,27 persen.
Nilai ekspor Kota Batam pada bulan Februari 2023 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar, yaitu US$ 1.028,07 juta, disusul Pelabuhan Sekupang US$ 215,66 juta; Pelabuhan Kabil/Panau US$ 189,8 juta, Pelabuhan Belakang Padang US$ 76,07 juta, dan Batam Island US$ 2,19 juta. Kontribusi kelima Pelabuhan adalah sebesar 98,51 persen dari total ekspor Kota Batam selama Februari 2023.(mbb)
